Minggu, 08 November 2015

timbulnya berbagai macam penyakit diakibatkan ketergantungan merokok



BAB I

PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Banyak nikmat Allah SWT, yang senantiasa dikaruniakan kepada mausia. Salah satunya  nikmat yang tiada tara adalah nikmat sehat. Sehat batin dan sehat lahir adalah dambaan setiap dambaan orang atau pribadi. Pribadi yang memeiliki badan sehat hanyalah pribadi yang mampu mengondisikan. Tetapi tentu saja tidak setiap pribadi atau orang setuju dengan ungkapan itu, karena kenyataannya tidak setiap pribadi mampu mememliharanya kesehatannya sendiri setiap saat, sehingga terkadang muncul kondisi sakit.
Penyakit itu disebabkan oleh kurangnya perhatian dalam menjaga kesehatan jasmani, beban fikiran yang terlalu berat, emosi,  termasuk pengaruh kebiasaan merokok. Yang dimaksud dengan beban fikiran adalah tekanan kejiwaan (stress) yang meliputi perasaan takut (was-was), sedih, dan jengkel (emosi). Dalam lapangan ilmu kedokteran, hal seperti itu lazimnya dinamakan psikosomatik. Selama kita hidup didunia, setiap hari pasti kita juga akan memperoleh berbagai cobaan bertumi-tubi yang semuanya itu pasti akan menjadi beban fikiran. Untuk itu, agar fikiran kita tidak sampai dibebani masalah, hendaknya harus lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah SWT.
Satu-satunya jalan untuk berkomunikasi (mendekatkan diri) dengan Allah SWT adalah dengan melaksanakan sholat lima waktu karena dalam shalat lima waktu itulah kita memanjatkan doa kepada Allah SWT  agar dihindarkan dari  semua malapetaka, melindungi atau menyelamatkan dari semua bentuk penyakit yang kita derita serta menyelamatkan dari semua mahluk Allah SWT yang jahat (baik berupa syetan, jin, manusia, dan binatang).  Dalam hal ini, nabi Muhamad SAW, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Bersabda:
“perihalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. dan obatilah orang-orang yang sakit dengan bersedekah. Dan hadapilah bertubi-tubinya cobaaan dengan doa dan merendahkan diri kepada Allah SWT.”
                        Allah SWT pasti akan mengabulkan semua doa jika kita benar-benar bertakwa dan bertobat kepada-Nya. Dalam hal ini, bertakwa adalah benar-benar menjalani semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya, sementara bertobat  adalah benar-benar berjanji tidak akan melakukan lagi semua larangan Allah SWT yang pernah dilakukan. Allah SWT berfirman :
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar (Ath-Thalaq: 2)
                        Sebagai manusia tidak luput dari perasaan takut dan was-was yang bakal menghantui fikiran kita. Apalagi, bagi yang pernah menderita penyakit, dia seringkali mengukur keadaan dirinya dengan keadaan orang lain. Misalnya jika seseorang pernah menderita penyakit jantung walaupun menurut dokter penyakit jantungnya itu sudah sembuh karena dia disiplin menjaga kesehatan diri dan selau mengikuti petunjuk dokter, ketika tiba-tiba dia mendengar orang lain yang juga menderita penyakit jantung telah meninggal dunia, dia akan merasa takut (was-was). Dia khawatir dirinyapun akan senasib dengan penderita yang meninggal dunia.
Kondisi setiap orang itu tidaklah sama, bisa jadi penderita itu meninggal karena kurang menjaga kesehatannya dan memang ajalnya sudah saatnya tiba. Artinya, hal itu sudah menjadi ketentuan takdir dari Allah SWT, sebagai mana firman-Nya ini
Artinya:
“Dan Allah sekali-kali tidak aka menangguhkan (kematian)  seseorang apabila datang waktu kematiannya. dan Allah maha menge- tahui apa yang kamu kerjakan.” (al mnafiqun:11)

Jika dihantui perasaan was-was, Rasulullah SAW mengingatkan supaya membaca Al-ikhlas, Al-falaq, serta An-Nas. Sebagaimana  beliau sabdakan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan at-Tirmidzi dari Abdullah bin khubaib r.a :
“rasululloh saw telah bersabda kepadaku, ‘Hendaklah kamu membaca surat Kullhuwallahu-ahad dan al-Mu’awadzatain (Al-Falaq dan surat An-Nas ) ketika petang 3x dan pagi 3x, bacaan itu telah mencukupimu dari segala sessuatu.”

Kebiasaan marah (emosional) termasuk dalam kategori psikomatik yang dapat menyebabkan timbulnya bermacam-macam penyakit. Bagi mereka yang mempunyai penyakit darah tinggi dan penyakit jantung, emosi dapat mengambuhkan penyakit tersebut. Jika seseorang tidak dapat menahan emosinya sewaktu ia menderita penyakit, jangan berharap penyakit dapat sembuh, bahkan penyakit dapat bertambah parah lagi.
Cara menghindari emosi, Rasulullah SAW memberikan nasihat-nasihat, sebagaimana tercantum hadits berikut yang artinya:

“Siapa yang menahan marah padahal ia dapat memuaskannya (melampiaskannya), maka kelak pada hari kiamat Allah SWT akan memanggilnya untuk memilih bidadari sekehendaknya” (H.R Abu Daud dan Tirmidzi )

“Marah itu merusak iman, bagaikan benda yang  pahit merusakan madu” (HR Bukhari)
                       
Kebiasaan merokok juga salah satu penyebab timbulnya penyakit, bahkan akan menimbulkan berbagai jenis penyakit yang timbul dalam tubuh manusia. Bahaya merokok bagi kesehatan telah dibicarakan dan diakui secara luas.
              Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukan dengan mudah kedalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan memeperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok.
Kecanduan merokok adalah suatu bentuk  ketergantungan yang berbeda, tetapi tidak kurang berbahayanya dibandingkan dengan ketergantungan-ketergantungan bahan atau obat lainnya. Jarang sekali ditemukan prilaku merokok yang dikategorikan ringan. Barang kali hanya dikategorikan sekitar 2% saja dari keseluruhan populasi perokok. Selebihnya adalah perokok yang sudah terjerat pada nikmatnya rokok bagi dirinya, sehingga setiap satu atau dua jam mereka harus menyalakan sebatang rokok agar dapat hidup “normal” kembali.
Bahkan berbeda dengan peminum alkohol atau obat tidur, yang masih dapat mengurangi kebiasaannya atau membatasi pada saat-saat tertentu saja. Mereka pun dapat berfungsi normal dan melewati masa-masa tertentu bila perlu tanpa kehadiran bahan-bahan tersebut. Hanya sebagian kecil dari mereka yang mempunyai masalah minum yang berakhir alkoholik atau pecandu. Akan tetapi berbeda halnya dengan perilaku ke- biasaan merokok, orang yang berjiwa paling seimbang dan pembawaan nya akan begitu stabil pun, bila telah jatuh kedalam perangkap rokok akan berubah menjadi budaknya.
Di indonesia rupanya tembakau ini mendapat sambutan yang baik sehingga cepat sekali menjadi bagian dari budaya setempat, gaya hidup dan kultur merokok menjadi sesuatu yang unik. Konsumsi tembakau di indonesia mengalami peningkatan yang tajam dalam 30 tahun terakhir  ini. Dari 33 miliar batang pertahun  pada 1970 meningkat menjadi 200 miliar pertahun  pada tahun 2000. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat ke-5 dunia setelah China, Amerika, Rusia dan Jepang dalam konsumsi tembakau tertinggi di dunia.
Pada tahun 2002 Indonesia berada pada urutan ke-7 dengan memproduksi sebanyak 144.700 ton tembakau atau sekitar 2,3% dan total produksi dunia (6.340.620 ton). Iklim ekonomi merupakan faktor yang  ikut pula berperan meningkatkan konsumsi  tembakau. Meski dalam  keadaan krisis ekonomi, konsumsi tembakau terus meningkat.
Bahkan hasil peneletian WHO menyebutkan bahwa makin rendah penghasilan, makin tinggi pervalensi merokoknya. Sebanyak 62,9% pria penghasilan rendah merokok secara teratur dibandingkan dengan 57,4% pria penghasialn tinggi. Konsumsi rokok dikalangan pria berumur 10-14 tahun  mencapai 0,7%, pria berumur 15-20 tahun  mencapai 24,2%, serta pria berumur 20-24 tahun mencapai 60,1%.
Seorang pencandu rokok pernah mengaku  bahwa dia tidak dapat berpisah dari rokok kesayangannya. Dia jadi tergantung pada benda itu mememnuhi kebutuhan fisik maupun fsikologinya. Dan benda itu selalu “setia” kepadanya selalu ada ketika dibutuhkan, dan ini merupakan ciri seorang “sahabat”. Kalau demikian, rokok itu adalah kawan, tetapi mengapa begitu banyak dihujat, dibenci, bahkan diajukan ke pengadilan sebagai “terdakwa”.
Harapan hidup bagi seorang perokok lebih pendek dari pada orang yang tidak merokok sudah lama diketahui dan diakui oleh semua orang. Merokok sudah terbukti berkaitan erat dengan banyak penyakit yang fatal dan melumpuhkan. Risiko yang ditempuh seorang perokok secara keseluruhan amat besar dengan perjalanan yang berakhir dengan kematian sebelum waktunya.
Tembakau disebut-sebut dapat mencegah berbagai penyakit, tetapi  segera dikecam sebagai kebiasaan yang buruk. Salah satu penentang yang sangat membenci rokok adalah Raja James I dari Inggris, yang menulis artikel secara menyamar pada tahun 1604 berjudul “A counterblaste to tabacco”. Kepercayaan akan manfaat positif  rokok mulai menghilang pada pertengahan abad ke 19. Tetapi pengecam-pengecam rokok secara berlebih-lebihan menyalah rokok sebagai biang keladi semua penyakit, sehingga bukti-bukti yang menumpuk akan terjadi kanker pada lidah dan bibir dikalangan penghisap pipa menjadi tenggelam ditengah-tengah segudang tuduhan lainnya.
Namun keadaan tentang  rokok akan menyebar, bahkan dikalangan para dokter sekalipun, sehingga kesepakatan bersama bahwa rokok itu mengancam kesehatan menjadi menumpul. Ide bahwa rokok dapat mengakibatkan kanker mula-mula dikemukakan oleh Sommering (1795) di Jerman dalam suatu sayembara, dimana dia mengemukakan bahwa carcinoma pada bibir paling sering terjadi pada orang yang menghisap rokok.
Bibir bagian bawah lebih sering di serang karena bagian itu paling sering terimpit antara pipa dan gigi. Sekalipun laporan-laporan yang mengaitkan kanker dengan rokok lebih sering menyangkut kanker bibir, tetapi menjelang akhir abad ke-19 banyak pula dokter yang menaruh anggapan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker lidah.
Dugaan bahwa paru-paru disebabkan oleh merokok  timbul pada banyak orang secara independen terlebih-lebih setelah ternyata angka kejadiannya semakin meningkat. Tembakau dan asapnya mendukung ribuan bahan kimia yang berbahaya dan 28 diantaranya yang paling berbahaya, sehingga pantas dinyatakan sebagai bahan narkotin yang lebih berbahaya daripada morphin. Dokter-dokter di eropa menyebutnya “racun kuning”. Dia menyerang semua sel tubuh, terutama di otak, dia mengotori aliran darah, dan menjadikan tubuh sebagai lahan subur bagi penyakit, ke- jahatan, kenakalan dan  kondisi-kondisi lain yang menjurus kepada degenerasi.

B.     Rumusan Masalah

C.    Tujuan
1.      Ingin mengetahui berbagai macam penyakit yang ditimbulkan akibat ketergantungan merokok.
2.      Ingin mencari tahu bagaimana cara menanggulangi  ketergantungan merokok.

D.    Manfaat Penelitian
1.      Supaya kaum remaja tidak ketergantung merokok.
2.      Supaya orang tua lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerat merokok.
3.      Dapat mengetahui dampak negatif dari rokok

E.     Dasar Pemikiran
2.      Dari dampak terhadap kesehatan, mayoritas dokter bahkan negara-negara di dunia ini telah mengakui dampak buruk tersebut. Sehingga seandainya tidak ada teks keagamaan (ayat al-qur’an atau hadist) yang pasti menyangkut larangan merokok, maqashid Asyariah sudah cukup sebagai argumentasi untuk melarangnya.
3.      Menurut Abdullah bin Abdurrahman As-sanad  dalam bukunya : “nasihat al-insan”, “ala isti’mal Addukhon”,rokok dikenal oleh bangsa Eropa sekitar tahun 915 H atau 1518 M, ketika sekelompok pakar mereka menemukan tumbuhan “aneh” di Tobago, meksico. Benihnya, mereka bawa pulang dan dari sana tersebar kedaerah-daerah lain termasuk ke wilayah negeri-negeri islam. Itu sebabnya tidak ditemukan pendapat ulama ke empat mazhab, tentang hukum merokok. Namun melalui pemahaman tentang Maqashid Al-Syariah (tujuan agama) kita dapat mengetahui hukum merokok dan persoalan-persoalan baru lainnya.
4.      Seorang Mufti besar Mesir Syekh Nasr Farid Wassel, menyatakan bahwa para perokok itu adalah pendosa. Dia mengeluarkan pernyataan itu didalam rangka kampanye anti merokok di negara tersebut. Selain perokok katanya, perusahaan tembakau dan para pedagang yang mengorupsi apa yang telah dibangun oleh masyarakat juga adalah mereka yang disebut sebagai pendosa. Keuntungan yang didapat dari industri tembakau itu hukumnya haram dalam islam. Dia menyarankan kepada pemerintah untuk menggunakan pabrik-pabrik rokok untuk keperluan lain.
5.      Menurut W,V.Grant dalam bukunya How to Quit Smoking orang yang dapat ditolong oleh Allah SWT adalah mereka yang berkata bahwa merokok adalah suatu dosa, dan Allah memang bermaksud betul-betul waktu mengatakan bahwa jikalau kita mengakui dosa-dosa kita maka Allah akan menyucikan kita. Jadi, pertama-pertama kita harus mengakui bahwa merokok itu salah. Kemudian kita harus meminta pertolongan dari Allah, kita harus mengambil kepastian sungguh-sungguh untuk kali terakhir kita menjama rokok. Sesudah itu jangan bergaul dengan orang-orang yang merokok. Jangan biarkan diri dikelilingi oleh mereka, lalu kita tetapkan fikiran pada suatu hal sehingga tidak terlalu banyak memikirkan tentang rokok.
F.     Sistematika Penulisan
               Sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
BAB I : merupakan bab yang pendahuluan yang mengungkapkan latar     belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat penelitian, dasar pemikiran dan sistematika penulisan.
BAB II : merupakan landasan teoritis yang menjelaskan teori-teori para ahli tentang rokok.
BAB III : merupakan bab kerangka empiris yang menjelaskan tentang fakta yang terjadi di lingkungan.
BAB IV : merupakan bab temuan dan gagasan yang menjelaskan tentang jawaban dari rumusan masalah.


BAB II
LANDASAN TEORITIS

A.    Penyakit
Penyakit adalah suatu  keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran berupa gangguan dalam fungsi normal individu sebagai totalitas yang menyebabkan ketidak nyamanan disfungsi atau kesukaran  terhadap orang yang dipengaruhinya yang menyebabkan aktivitas kerja atau kegiatannya terganggu. Gejala-gejala penyakit ada yang ringan ada yang berat, beberapa cara untuk menghadapi gejala-gejala tersebut, diantaranya:
1.      Jika mengalami gejala-gejala penyakit ringan, sebaiknya dilihat perkembangannya dalam beberapa hari. Jika belum sembuh dan terdapat tanda atau gejala yang menghawatirkan sebaiknya segera ke dokter. Dalam hal ini, penyakit-penyakit ringan dapat berubah parah dan susah diobati.
2.      Jika mengalami penyakit yang berat, seperti serangan jantung dan sebagainya, uasahakanlah secepat mungkin dibawa kerumah sakit kapanpun waktunya. Allah swt berfirman :
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

            Dari firman Allah SWT di atas, bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu kesehatan dan pengobatan jasmani, secara khusus dan mendalam hanya diketahui oleh orang-orang yang memang ahlinya, diantaranya adalah dokter.
            Al Imam Syamsudin Muhsmsd Abi Bakar bin Ayyub az-Zariya ad-Damsyiqi beliau mengatakan “Nabi Ibrahim Khalilulloh bertanya kepada Allah SWT : ‘Ya Allah, dari mana penyakit itu?’ Allah menjawab : ‘dari-Ku. Lalu Nabi Ibrahim bertanya : Ya Allah dari mana datang nya obat untuk penyakit itu?’ Allah menjawab: ‘dari ku’. Lalu Nabi ibrahim bertanya pula: ‘kalau begitu apa funsinya dokter?’ Allah menjawab: ‘ia seorang yang karena takdir-Ku aku beri dia ilmu untuk menjadi seorang dokter, dan dari padanyalah dia dapat mengobati orang-orang yang sakit dengan izin-Ku. [1]
Resep Rasullah SAW ubtuk kesehatan jasmani
1.      Melakukan diet (pencegahan)
Agar jasmani selalu ada dalam keadaan sehat, Rasulullah SAW memberikan resep yang sangat ampuh. Rasulullah saw bersabda “pencegahan (diet ) itu pokok dari segala pengobatan”
Pencegahannya adalah sebagai berikut :
a.       Meninggalkan segala kebiasaan, terutama mengkonsumsi makanan dan minumah yang membahayakan jasmani, termasuk kebiasaan merokok (rokok yang mengandung narkotika).
b.      Menahan diri dari marah (emosi)
c.       Mengurangi jumlah porsi makanan atau minuman dari biasanya, terutama untuk menurunkana berat badan yang berlebihan (kegemukan). Berat badan yang berlebihan merupakan salah satu penyebab beberapa penyakit yang berbahaya.
d.      Tidak mengkonsumsi makan dan minuman yang memang dilarang oleh dokter akibat sesuatu penyakit yang diderita.
2.      Membaca basmalah sebelum makan
Rasulullullah saw bersabda “ setiap perkara yang penting, jika tidak dimulai dengan bismillah maka perkara itu tidak ada berkahnya”. Maka para ulama sepakat mengatkan bahwa membaca basmalah itu sunnah dibaca pada setiap kita akan melakukan semua pekerjaan dalam seluruh aspek kehidupan yang berguna dan tidak melanggar agama. Seluruh makna yang terkandung dalam Al-Qur’an, secara umum bermaktub pada surat Al-Fatihah, sementara makna yang terkandung termaktub dalam bismillah.
3.      Membiasakan diri meminum madu
Allah SWT telah menjadikan madu lembah itu sebagai obat yang luar biasa bagi kesehatan jasmani manusia, sebagaima dalam firman-Nya:

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia”

4.      Mengkonsumsi jintan hitam
Rasulullah saw bersabda:
“hendaklah kamu memakan jintan-hitam ini, maka sesungguhnya didalamnya terdapat bahan penyembuhan (obat) untuk semua penyakit, kecuali kematian.
5.      Banyak minum air
Banyak minum air adalah cara pengobatan yang tidak kalah penting nya serta tidak boleh diabaikan begitu saja, maksudnya adalah banyak minum air benar-benar merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi sekalian mahluk hidup di alam semesta ini.
6.      Meminum air zam-zam
Nabi Muhamad saw bersabda:
“air zam-zam itu tergantung bagaiman kita niat meminumnya, maka jika engkau meminumnya dengan niat untuk memohon kesembuhan dari Allah untuk penyakitmu, maka Allah akan menyembuhkan penyakit mu. Jika niatnya untuk meminta perlindungan maka Allah akan melindungimu”
7.      Membiasakan diri berolahraga
Gerak badan (olaharaga) merupakan kebutuhan mutlak untuk kesehatan jasmani manusia dan juga merupakan pengobatan bagi penyakit-penyakit kita. Raasulullah saw bersabda:”bergerak itu suatu keberkahan”
8.      Banyak bersedekah
Sebagaiman yang ditegaskan oleh dalam hadits Nabi Muhamad saw yang diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa :
“peliharalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan bersedekah. Dan hadapilah bertubi-tubinya cobaan dengan doa dan merendahkan diri kepada Allah SWT.”


B.     Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara). Dengan diameter sekitar 10 mm yang  berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat di hirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa.  kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Di indonesia rupanya tembakau ini mendapat sambutan yang baik sehingga cepat sekali menjadi bagian dari budaya setempat, gaya hidup dan kultur merokok menjadi sesuatu yang unik. Konsumsi tembakau di indonesia mengalami peningkatan yang tajam dalam 30 tahun terakhir  ini. Dari 33 miliar batang pertahun  pada 1970 meningkat menjadi 200 miliar pertahun  pada tahun 2000. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat ke-5 dunia setelah China, Amerika, Rusia dan Jepang dalam konsumsi tembakau tertinggi di dunia.
Pada tahun 2002 Indonesia berada pada urutan ke-7 dengan memproduksi sebanyak 144.700 ton tembakau atau sekitar 2,3% dan total produksi dunia (6.340.620 ton). Iklim ekonomi merupakan faktor yang ikut  pula berperan meningkatkan konsumsi  tembakau. Meski dalam  keadaan krisis ekonomi, konsumsi tembakau terus meningkat.
Dalam islam rokok digolongkan kepada obat-obat atau hammer dalam al-qur’an telah disebutkan akibat-akibanya bila kecanduan, yaitu bisa mengubah akidah.[2] Merokok dinilai oleh banyak ulama sebagai salah satu bentuk pemborosan. Hal ini bukan hanya oleh perorang yang membeli sebatang dua batang, tetapi justru oleh pabrik rokok, yang mengeluarkan biaya tidak kecil untuk memprogandakan suatu yang tidak bermanfaat kalau enggan berkata membahayakan. Juga pada biaya pengobatan bagi mereka yang menderita sekian banyak penyakit akibat rokok. Agama melarang segala bentuk pemborosan, jangankan dalam hal yang buruk, atau tidak bermanfaat, dalam hal yang baik pun dilarangnya. “ tiada pemborosan dalam kebaikan dan tiada kebaikan dalam pemborosan.” Demikian sabda Nabi SAW.[3]
Rokok dari logika iman merupakan barang haram. Biarpun tidak mengandung alkohol atau zat yang memabukan, rokok tidak hanya berbahaya vagi kesehatan diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi lingkungan dan sekitarnya. Rokok itu tergolong khamr karena itu harus diharamkan, maksudnya untuk memeberi dasar ajaran agama pada fatwanya tentang rokok. Mengisap rokok lebih banyak madaratnya daripada manfaatnya. Paru-paru perokok yang menahun dibedah dan dicuci dalam waskom kecil itu sekeruh selokan. [4]
Kebodohan dan ketidak pedulian seorang perokok dapat mencelakakan anak istrinya secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung karena selama hidup dan tinggal bersama mereka niscaya istri dan anak-anak itu juga menjadi perokok pasif, mereka turut menghirup asp rokok yang yang dihembuskan ayah mereka di kamar-kamar dalam rumah yang sempit, tertutup kadang ber-AC. Dengan intensitas tinggi masuklah kepulan asap rokok itu kedalam paru-paru mereka, karena berlangsung tiap hari selama bertahun-tahun mereka juga menjadi terbiasa dan adapted dengan aroma dan pengap akibat pengaruh asap rokok yang beracun itu. Merekapun praktis menjadi perokok tak langsung, dalam arti tiap hari turut menghisap asap rokok juga. Secara tidak langsung orang tua atau kepala keluarga yang merokok akan tokoh panutan atau teladan prilaku para anggota keluarga.
      Menurut the American Lung Cancer Association jika seorang mengisap batang  rokok dalam satu jam, sekalipun pada ruangan yang berventilasi, akan terbentuk tingkat kadar CO sebesar parts per milion. Dalam percobaan binatang yang dipapari tingkat CO sebesar 50-100 ppm akan terjadi kerusakan berat pada jaringan otak dan jantung bianatang itu.
      Asap rokok yang dihirup terlalu banyak dapat merusak paru-paru manusia. Orang yang terlanjur banyak merokok, amat sulit baginya menghentikan mengisap rokok itu. Memang bagi orang-orang tertentu, seperti yang tertekan perasaan (frustasi), orang yang mengalamin kebimbangan (konflik batin) atau cemas (anxiety) biasanya menyakai rokok. [5]
      Maha bijkasana Allah SWT yang telah memakruhkan rokok. Ini berarti, ini berarti orang yang segaja menghindari merokok, ia berpahala karena mengindahkan teguran Allah. Tapi kalau ia tidak mampu menahan diri, ia boleh merokok tapi tidak berpahala dan tidak berdosa. Namaun bagi manusia yang bijaksana, yang mengetahui bahaya merokok bagi paru-parunya, tentu ia tidak akan membiasakan dirinya condong kepada rokok. Allah Swt berfirman:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
     
      Menurut KH. Quraish Shihab, merokok dikategorikan sebagai dosa kecil karena akibat yang ditimbulkannya mengganggu orang karena asap dan baunya, merusak kesehatan baik bagi diri perokok maupun orang lain yang tidak merokok tapi ikut menghisap asp rokoknya, dosa kecil apabila dilakukan terus menerus akan menjadi dosa besar. Merokok merupakan  perbuatan mubazir (membakar atau membuang uang), sedang perbuatan mubazir adalah saudar setan yang tentunya terlarang.
      Menurut Zainab (Aktivis Gerakan Anti Rokok), di Amerika Serikat 440.000 warga negreri meninggal setiap tahun disebabkan merokok. Efek samping zat atau racun dan kimia lain yang terkandung didalam rokok itu di tengarai telah menjadi faktor utama penyebab kematian di negara itu. Hal senada diungkapakan oleh Dr. Med. Frans Santoso Spjp bahwa penyebab meningkatnya penyakit jantung dan strike menurut WHO menempati urutan pertama penyebab kematian diseluruh dunia adalah merokok. Penyebab kedua penyakit kematian itu adalah faktor makanan dan pola hidup yang tidak sehat.
      Pecandu rokok setiap hari mengalami peningkatan, hal ini karena semakin banyaknya perusahaan  produksi rokok setiap tahun. Biaya yang harus dikeluarkan akibat aspek negatif merokok itu cukup besar. Di Amerika dilaporkan telah memakan biaya sebesar 70 miliyar dolar setiap tahun akibat efek negatif merokok. Salah satu aspek rokok yang mendahsyat adalah penyakit jantung, paru kronis dan kanker.
Menurut taksiran WHO, separuh dari semua perokok akan mati akibat kebiasaannya itu dan setengahnya lagi akan meninggal dunia pada umur pertengahan. Angka-angka itu diterbitkan mejelang Hari Bebas Tembakau yang di prakaisai oleh WHO yang mengimbau dari semua perokok dan pengunyah tembakau di seluruh dunia utuk mengmerangi “Epidemi Tembakau” itu. Angka-angka itu menunjukan bahwa risiko merokok lebih besar dari dugaan semula bahwa merokok menjadi salah satu bahaya kesehatan masyarakatdunia.
      Orang yang menjadi perokok untuk waktu yang lama memebuat si perokok menghadapi angka kematian tiga kali lebih besar dari pada non-perokok pada semua usia mulai pada saat meningkat dewasa. Sebagaimana besar kemungkinannya, banyak diantara kelebihan kematian itu langsung diakibatkan kebiasaan merokok, bahwa hal ini mengandung arti bahwa risiko seorang perokok akan mati  akibat kebiasaan tersebut berkisar sekitar 50%, setengah diantaranya akan mati pada usia pertengahan dan kehilangan lebih dari 20 tahun kehidupan mereka.
      Menurut judith Mackay seorang tokoh internasional anti rokok, penyuluhan kesehatan saja tidak cukup untuk memerangi kebiasaan yang berbahaya dan adiktif ini. Beliau mengungkapkan bahwa di indonesia setiap tahun 57.000 orang indonesia meninggal karena rokok. Angka ini termasuk mereka yang sudah merokok sejak masa belasan tahun, mencapai usia menengah dan meninggal karen rokok.
      Rokok tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, tetapi berdampak pada lingkungan. Tembaku telah menguras bahan-bahan nutrean didalam tanah dengan cepatnya, sehingga dibutuhkan pupuk, pestisida yang keduanya merupakan beban bagi petani dan lumbahnya dapat mengotori persediaan air minum pedesaan.

1.      Jenis motivasi merokok
a.       Alat pergaulan (psikososial)
Merokok pada situasi sosial untuk meningkatkan kehidupan bersosial.
b.      Kepuasan saraf (sensori motor)
Merokok untuk kepuasan pada mulut
c.       Sumber kenikmatan (indulgent)
Merokok untuk memperoleh kenikmatan dan menambah kegembiraan dan kesenangan yang sudah ada. Inilah jenis yang paling umum, dua atau tiga jam dapat berlalu tanpa keinginan untuk merokok, tetapi pada situasi bergembira dapat lebih sering.
d.      Penenang (sedatif)
Merokok untuk menghilangkan perasaaan tak enak, bukan untuk kenikmatan. Perasaan lega kadang-kadang juga timbul karena kegiatan sensorimotor seperti rasa tenang bila mengelus-elus rokok sebelum disulut, tetapi umumnya rasa lega timbulnya sebagai efek sedatif dari nikotin yang bekerja.
e.       Perangsang (stimulasi)
Efek stimulan dari nikotin dipaaki untuk mengangkat atau memacu semangat, membantu berfikir dan konsentrasi, mencegah kelelahan dan mempertahankan kinerja pada tugas yang monoton dan lama, serta meningkatkan kemampuan dalam situasi stres.
f.       Memenuhi kecanduan (adiktif)
Merokok semata-mata hanya untuk memenuhi tuntutan atau mencegah terhadinya sindroma penarikan, yang akan timbul apabila seorang perokok telah melewatkan 30-40 menit atau kurang tanpa rokok.
g.      Keterbiasaan (adiktif)
Ini terjadi pada sebagian perokok berat yang dengan tak disadari lagi secara otomatis akan mencari sebatang rokok. Ini baru disadari bahwa tangannya sudah kosong, yakni tidak memegang rokok.

2.      Jenis merk rokok
a.       Sampoerna Mild
b.      Filter
c.       Djarum coklat
d.      Dji samsoe
e.       Gudang Garam merah
f.       Malboro

3.      Rokok berdasarkan bahan pembungkus
a.       Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
b.      Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
c.       Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
d.      Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.

4.      Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
a.       Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
b.       Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu
c.        Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

5.      Bahan kimia dalam  rokok
Dari sekitar 700 bahan atau  ramuan yang biasa digunakan dalam pembuatan asap rokok terdapat 13 bahan kimia yang dianggap sangat berbahaya bila dipakai dalam membuat makanan, 5 dari bahan kimia itu terdafatar sebagai bahan berbahaya dan satu bahan dapat mengakibatkan kekejangan pada binatang. Bahan yang lain, ammonia, dapat mengakibatkan ganggua pada kulit, mata, dan sistem pernafasan.

a.       Bahan penyebab kanker (carcinogen)
1)      Karsinogen lengkap, yang pada binatang percobaan bila dilampaui jenis tertentu akan menimbulkan kanker.
2)      Pemicu atau inisiator tumor, yang memulai tahap pertama kanker 
3)      Pengembang atu promotor tumor, yang akan melanjutkan kanker yang dimulai itu, tetapi tak dapat memulainya sendiri. Didalam peraktiknya ternyata terdapat beberap kasinogen  lengkap mempunyai sikap memulai yang kuat tetapi sifat promosi yang lemah, sedangkan yang lainnya sebagai inisator tetapi kuat sebagai promotor.
4)      Bahan iritan
Bahan ini dapat merangsang sekresi mukrosa pada saluran bronkhial dan menghambat kerja cilia. Cilia adalah tonjolan menyerupai rambut pada lapisan permukaan pada saluran bronkhus. Dengan gerak teratur cilia menghasilkan lendir yang bergerak ke arah tenggorokan. Lebih dari 10 senyawa, tetapi yang terpenting adalah acrolein, yang bersifat ciliostatatic. Hal menghambat dibersih-kannya  paru-paru, menambah  risiko infeksi yang memperpanajang lama kontak antaradinding saluran bronkhus dan bahan-bahan rokok yang dapat dideposit di paru-paru dari asap rokok itu.
Baik asap maupun partikel-partikel rokok menjadi penyebab dari penyempitan boankhoi yang disebabkan oleh rokok  penyebab    Kerjanya adalah menghalau debu dan bakteri dari jaringan paru-paru. Beberapa jenis iritan ini juga bersifat CO-carcinogen, yang membantu bahan carcinogen menimbulkan kanker.
5)      Karbon monoksida dan gas-gas lainnya
Karbon monoksida yaitu gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Gas CO mengacaukan kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Gas yang dihirup dari batang rokok mengandung 1 hingga 5 persen karbon monoksida yang terbentuk sebagai hasil pembakaran. Bahan ini dilarutkan di udara sebelum mencapai paru-paru sehingga mencapai konsentrasi 400 ppm (parts per milion). Walupun rendah, kadar ini cukup bermakna karena karbon monoksida mempunyai afinitas (daya ikat) tinggi terhadap hemoglobin, yang berperan dalam pengangkutan oksigen dalam darah
Akibatnya, seorang perokok berat, biasa mempunyai hingga 15% dari hemoglobin dalam darahnya tidak dipakai mengangkut oksigen ke jaringan karena berada dalam bentuk inakatif, yaitu sebagai carboxy hemoglobin. Terdapat juga gas-gas lain yang aktif dalam reaksi kimia seperti nitrogen oksid dan hidrogen sianida yang efeknya dalam dosis kecil belum dapat dipastikan.
CO (karbon monoksida), tir dan  nikotin dapat berpengaruh terhadaf saraf yang menyebabkan antara lain:
a.       Gelisah, tangan gemetar (tremor).
b.      Cita rasa atau selera makan berkurang.
c.       Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungan.
6)      Nikotin
Nikotin adalah obat yang keras, jumlah dalam suatu cerutu kecil bila disuntikan kedalam  pembuluh darah dapat mematikan seorang dewasa. Bahan ini mempunyai kerja farmakologis yang kuat terhadap sistem saraf. Nikotin  berpengaruh  pada setiap organ tubuh, dosis kecil dapat merangsang, tetapi dosis besar melumpuhkan semua saraf. Disamping itu, sifatnya juga kompleks karena kerjanya terdiri dari dua tahap, mulai dengan eksitasi (kejutan) disusul depresi (penekanan) dari fungsi-fungsi tubuh, suatu balance dari efek yang dihasilkan oleh dosis nikotin dan interval.
 Kadar zat ini akan menumpuk di paru-paru otak, limpa, hati, dan darah. Bagi wanita yang sedang hamil dapat berkumpul di plasenta dan pada air susu  ibu. Sedangkan asap arus samping yang terhirup oleh orang  yang bukan  perokok - lazim disebut perokok pasif mengandung  konsentrasi 2-3 kali lipat ketimbang yang mengisap secara langsung.
7)       bahan pestisida
Methoprene sebagai bahan pestisida yang digunakan untuk membunuh serangga di gudang tembakau dan yang lain adalah scalarecol, yang dengan suatu senyawa lain mengakibatkan kekejangan. Karena bahan-bahan itu tidak diatur oleh FDA yaitu pengatur bahan makanan dan obat-obatan, maka perusahan rokok tak dapat dilarang menggunakan tersebut.

C.    Merokok Dalam Pandangan Islam
Sebagian besar ulama pada masa pada zaman dahulu dan ulama zaman pada masa kini (dengan fatwa masing-masing) menetapkan bahwa merokok itu hukumnya haram. Salah satu diantara dalil-dalil yang dikemukakan adalah firman Allah SWT yang artinya :

“...dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan...” (al-baqarah:5)

Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa merokok itu hukumnya makruh (artinya bila dikerjakan tidak apa-apa dan bila ditinggalkan mendapat ganjaran). Akibat masih terdapat perbedaan itulah, sekitar 90% umat islam didunia masih suka merokok. Selain itu juga, karena ada yang berpendapat bahwa hukumnya tidak haram, atau setidak-tidaknya hukumnya masih diragukan.[6]
Imam Annawawi berpendapat bahwa orang yang imannya kuat (dari kalangan orang yang soleh) akan menghindari hal-hal yang syubuhat agar dirinya selamat dunia dan akhirat. Untuk lebih meyakinkan lagi, dikemukakan hadits Rasulullah saw, yang diriwayatkan oleh bukhori dan muslim berikut ini :
“bahwasanya sesuatu yang halal itu jelas, dan yang haram itu juga jelas, dan diantara keduanya ada syubuhat (samar-samar/belum jelas), yang kebanyakan  manusia itu mengetahuinya. Maka barang siapa yang menjaga samar-samar itu, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya, dan barangsiapa yang jatuh kedalam samar-samar itu, maka ia berarti telah jatuh kedalam hal yag haram”.[7]






               

BAB III
KERANGKA EMPIRIS

A.Rokok Sebagai Bagian Dari Gaya Hidup Remaja Kini
        Semua orang tau bahwa kesehatan adalah suatu hal yang sangat penting untuk mencapai kebahagiaan hidup. Namun, gaya hidup remaja masa kini kesehatan nya telah di rusak dengan cara menghisap rokok. Masa remaja bisa disebut masa percobaan sekaligus masa paling indah dalam perjalan hidup manusia modern. Dimasa inilah seseorang mulai melepaskan diri dari masa kekanak-kanakan dan terkadang sudah menganggap bahwa dirinya dewasa. Maka mereka rela mencoba sesuatu agar membuktikan bahwa dirinya telah mampu atau telah dewasa, kadang-kadang tanpa banyak pertimbangan. Contohnya seperti merokok.
Tidak heran, bila kita melihat banyak remaja berusia 12-18 tahun di kota-kota besar sedang merokok di tempat-tempat umum termasuk dilingkungan sekolah. Sekalipun bukti-bukti yang menunjukan hubungan erat antar merokok dan kanker maupun penyakit saluran pernafasan dan penyakit yang lainnya, ternyata jumlah perokok masih banyak. Meskipun sudah tahu bahayanya, dan jelas-jelas disetiap bungkusan rokok tertera tulisan “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kesehatan lainnya”. Peringatan itu tidak berhasil menyadarkan atau mencegah orang untuk tetap mengisap rokok.
 Perokok berat umumnya memulai kebiasaannya sejak usia kanak-kanak atau menjelang dewasa. Biasanya gejala ini terjadi sebelum usia 20 tahun, biasanya bila usia tersebut seseorang masih belum merokok, dia tidak akan pernah menjadi perokok.  Masa remaja ini menjadi masa yang paling kritis dalam memprediksi keadaan kesehatan seseorang dari prilaku merokoknya. Tetapi dimasa remaja memang sulit untuk bebas dari tekanan rekan sebaya. Sehingga banyak remaja yang mulai merokok karena ikut-ikutan, selain itu juga karena ingin dilihat dewasa, jadi mereka coba-coba merokok dan akhirnya kecanduan.
Pertama merokok biasanya tidak akan dirasakan enak, karena didalam rokok ada asupan nikotin, yang terbukti bahwa nikotin adalah salah satu penyebab ketergantungan merokok. Tetapi lama-kelamaan rokok tersebut akan terasa nikmat, sesudah rasa ingin tahu dipuaskan dan didapat rasa rokok itu nikmat, maka akan di pengulangan-pengulangan. Semakin banyak rokok dihisap semakain banyak pula nikotin yang masuk dalam tubuh, dan akhirnya akan menjadi ketergantungan merokok.
Walaupun hampir semua perokok ingin berhenti, namun hanya sedikit yang berhasil. Kebanyakan perokok tidak siap untuk meninggalkan kebiasaan merokok, hingga suatu saat mereka akan berhenti akibat faktor keadaan, misalnnya gangguan kesehatan atau krisis keuangan.
Sungguh memperihatinkan bila mengingat dampak buruk dari kebiasaan merokok, akan dibawa terus sampai belasan atau puluhan tahun kemudian dan munculah penyakit-penyakit yang menyiksa. Pada saat itulah timbul penyesalan mengapa dulu dia melakukan kebiasaan merokok dan tidak mau berhenti, sekalipun sudah menyadari bahayanya.










BAB IV
TEMUAN DAN GAGASAN

A.   Penyakit Akibat Ketergantungan Merokok
Kecanduan merokok adalah suatu bentuk ketergantungan yang berbeda, tetapi tidak kurang berbahanya dibandingkan dengan ketergantungan-ketergantungan bahan atau obat lainya. Perokok yang sudah terjerat pada nikamatnya rokok, sehingga setiap satu jam atau dua jam mereka harus menyalakan sebatang rokok agar dapat hidup normal kembali.
Ketergantungan merokok dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam  penyakit :
1.      Kanker paru-paru
Diketahui 90% kasus kanker paru-paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena asap rokok akan masuk kedalam paru-paru, zat dari asap rokok ini akan merangsang sel di paru-paru menjadi tumbuh abnormal.
2.      Kanker payudara
Perempuan yang merokok lebih beresiko mengembangkan kanker payudara. Perempuan yang merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum ia hamil pertama kali beresiko lebih besar terkena kanker payudara.
3.      Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner adalah suatu gangguan yang disebabkan berbagai faktor. Semakin tinggi konsumsi tembakau, semakin banyak faktor resiko yang dipunyai, dan semakin jauh dari normalnya faktor-faktor resiko ini, maka semakin tinggi pulalah kemungkinan terjadinya penyakit janung koroner. Gejala dan komplikasi penyumbatan koroner telah pula ditemukan berkaitan erat dengan tingginya kadar carboxi Hb yang merupakan refleksi dari absorpsi zat-zat di dalam rokok selain zat CO yang dihasilkan oleh rokok.
Banyak penelitian menyebabkan bahwa merokok adalah suatu faktor risiko yang membantu patogenesis penyakit jantung koroner, terutama pada laki-laki muda setengah baya. Merokok sigaret berhubungan erat dengan meningkatnya kematian mendadak pada serangan jantung. Perokok sigaret berat lebih mungkin terkena kematian, dibandingkan dengan yang tidak merokok.
4.      Kanker serviks
Sekitar 30% kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini karena perempuan yang merokok lebih rentan akibat infeksi oleh virus menular seksual.
5.      Kanker kerongkongan
Asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok.
6.      Kanker pencernaan
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker   perencanaan.
7.      Kanker ginjal
Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan memicu kanker.
8.      Kanker mulut
Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.
9.      Kanker tenggorokan
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.
10.  Serangan jantung
Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.
11.  Penyakit paru obstruktif kronik
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus ini disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).
12.  Impotensi
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensimaka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.
13.  Empisema
Episema adalah sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau penyakit ini  diakibatkan merokok.
14.  Gangguan medis lainnya
Beberapa gangguan medis juga bisa disebabkan oleh rokok seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kesuburan, memperburuk asma dan radang saluran napas, berisiko lebih tinggi mengalami degenerasi makula (hilangnya penglihatan secara bertahap), katarak, menjadi lebih sering sakit-sakitan,menimbulkan noda di gigi dam gusi, mengembangkan sariawan di usus serta merusak penampilan.

B.     Cara Berhenti Merokok
1.      Usaha untuk melepaskan diri dari merokok harus datang dari kemauan sendiri setelah menyadari bahwa merok dapat merusak kesehatan. Kemauan yang harus didukung oleh tekad yang kuat, yang dapat diperkuat lagi dengan sering mengucapkan “saya bertekad untuk tidak merokok lagi”, atau ucapan lain yang tujuannya seruapa. Jikalau kadang-kadang dirasakan pelaksanaan usaha ini sangat berat, mohonlah kepada Allah supaya diberi kekuatan untuk menyukseskan usaha yang sedang dilakukukan.
2.      Sebaiknya jangan dijalankan setahap demi setahap, melainkan dilakukan dengan seketika. Penderitaan bagi seorang pecandu rokok yang mengurangi jatah rokoknya sedikit demi sedikit.
3.      Jika keinginan untuk merokok sanagat terasa, mandi atau berenaglah selama 15-30 menit. Orang berkecimpung dalam air akan merasakan badannya segar dan pada saat itu keinginan untuk merokok tidak dapat dilaksanakan.
4.      Untuk meempercepat keluarnya tir yang telah yang telah tertimbun dalam tubuh, orang perlu minum air banyak, berkisar 6-8 gelas diantara waktu-waktu makan. Jangan minum kopi karena kopi merangsang saraf, menggelisahkan sehingga dapat membangkitka keinginan  untuk merokok supaya menjadi tenang.
5.      Supaya pengaruh nikotin pada saraf dapat cepat diatasi, harus cukup tidur paling sedikit 8 jam sehari. Maksudnya, pada waktu malam suapaya dapat lekas tidur dan jangan keluar diwaktu malam. Pada waktu bangun pagi, minumlah air putih dan jalan-jalan atau olahraga dalam udara bebas, supaya jangan tergoda oleh keinginan merokok.
6.      Waktu makan harus teratur dan sehabis makan lekaslah bangkit dari kursi makan, untuk jalan dengan santai dalam mengatasi keinginan merokok.
7.      Setelah usaha untuk menghentiakan merokok mulai berhasil, nafsu makan biasanya membaik karena saraf indra cita rasa yang tadinya terganggu oleh pengaruh rokok, kini mulai sehat kembali.
8.      Rasa kering dalam mulut yang sering mengganggu biasanya disebabkan oleh lendir yang mengering dan melekat pada selaput lendir mulut. Maka untuk mengatasi rasa kering itu, sebaiknya berkumur-kumur dengan air dan menjaga agar mulut selalu basah.
9.      Saat yang dirasakan paling berat bagi mereka yang sedang berusaha berhenti merokok adalah terutama minggu pertama. Setelah minggu pertama itu berlangsung selamat, usaha selanjutnya yang hanya berupa pemeliharaan apa yang telah dicapai, dapt diharapkan akan berjalan dengan lancar. Hal yang perlu diperhatikan dalam waktu selanjutnya adalah memelihara tekad untuk tidak merokok lagi dan menjaga jangan sampai badan kegemukan.


 









BAB V
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa
1.      kesehatan adalah nikmat dari Allah yang harus kita jaga, jangan sampai kita sia-siakan nikmat dari Allah apalagi dengan mengkonsumsi rokok.
2.      Penyakit itu disebabkan oleh kurangnya perhatian dalam menjaga kesehatan jasmani, beban fikiran yang terlalu berat, emosi,  termasuk pengaruh kebiasaan merokok.
3.      Dengan  mengkomsumsi rokok seseorang telah melakukan dzolim terhadap dirinya sendiri. Karena dalam rokok banyak mengandung berbagai macam kimia yang dapat menimbulkan berbagai macam jenis penyakit pada tubuh manusia, merokok juga dapat menimbulkan kematian.
4.      Bahaya merokok yang terutama adalah penyakit jantung koroner. Sementara untuk paru-paru, selain kesulitan bernafas, juga bisa menjadi penyakit kanker paru-paru. Di samping itu bahaya lainnya adalah penyakit darah tinggi dan gangguan kesehatan yang lebih luas.
5.      Merokok  dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kesehatan lainnya.








B.     SARAN
Berdasarkan uraian masalah yang telah dibahas saran yang dapat penulis sampaikan yaitu sebagai berikut:
1.      Bagi anak-anak, remaja, maupun orang tua sebaiknya prilaku  mengkonsumsi rokok dihindari
2.      Bagi orang tua jangan membawa pemantik atau  korek, hal ini dapat mengurangi penggunaan rokok di tempat umum.
3.      Bagi pedagang rokok, sebaiknya harga rokok dinaikkan, agar para perokok berpikir panjang untuk membeli rokok yang sangat mahal.
4.      Sebaiknya ibu hamil jangan mengkomsumsi rokok.
5.      Bagi remaja atau anak-anak diutamakan bergaul dengan orang-orang yang tidak merokok.
6.      Jika sudah terlanjur menjadi perokok, berusahalah untuk berhenti secara perlahan.




















DAFTAR PUSTAKA

1.      Hutapea Ronald Dr.SKM.Ph.D 2013  why Rokok? Tembakau dan peradabannya” Jakarta Bee Media Indonesia
2.      Sitorus Ronald 2008 “Gejala Penyakit & Pencegahannya” Yrama Widya
3.      Aydid Hasan Muhamad 1996 “Sehat Itu Nikmat” Jakarta Gema Insani
4.      http//gambar rokok.com























LAMPIRAN-LAMPIRAN


                   

                  
                                      

RIWAYAT HIDUP
Penulis yang bernama Fitri Novianti, dengan panggilan akrab nya Fitri, Ifit, atau Ufit lahir di Sukabumi tanggal 11 November 1996. Penulis merupakan anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Bapak Saepuloh dan Ibu Maryati, yang saat ini bertempat tinngal di Kampung Tugu desa Cipamingkis, kecamatan Cidolog, Kabupaten sukabumi, Jawa Barat.
   Adapun pendidikan yang di tempuh penulis :
Ø  MDA Nurul Huda pada tahun 2001-2007.
Ø  SD Negeri Puncak Batu tahun 2002-2008.
Ø  Mts Negeri Sagaranten 2008-2011.
Ø  Dan pendiddikan yang sedang saya tempuh sekarang, yaitu SMA PLUS YASPIDA Sukabumi angkatan ke VI dengan Jurusan IPA Dan disertai pendidikan Pondok Pesantren SALAFI TERPADU DARUSSYFA AL-FITRAT Perguruan YASPIDA Sukabumi, Jawa Barat. Akan lulus pada tahun 2014 ini.
Selama menempuh perjalan pendidikan, penulis aktif dalam Organisasi sebagai berikut :
Ø  Menjadi DANRU PASGARRDA angkatan IV, organisasi siswa dan kesantrian Perguruan YASPIDA Sukabumi.
Ø  Menjadi Bendahara PASGARRDA angkatan V, organisasi siswa dan kesantrian Perguruan YASPIDA Sukabumi.
Ø  Menjadi koordinator Lingkungan Hidup di organisasi Pengurus Roisyah tahun 2013-2014.
Ø  Menjadi koordinator Pendidikan di organisasi Pengurus Roisyah tahun 2013-2014


[1] “sehat itu nikmat” gema insani jakarta 1996 hal13
[2] “Why Rokok?” Bee Media Indonesia, Jakarta, Februari 2013 hal 345.
[3] “Why Rokok?” Bee Media Indonesia, Jakarta, Februari 2013hal 344.
[4] Bang imad“Why Rokok?” Bee Media Indonesia, Jakarta, Februari 2013.
[5]  Prof. Dr. Zakiah Darajat “Why Rokok?” Bee Media Indonesia, Jakarta, Februari 2013 hal 339
[6] “sehat itu nikmat” gema insani jakarta 1996 hal 41
[7] “sehat itu nikmat” gema insani jakarta 1996 hal 42               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar