BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Banyak nikmat
Allah SWT, yang senantiasa dikaruniakan kepada mausia. Salah satunya nikmat yang tiada tara adalah nikmat sehat.
Sehat batin dan sehat lahir adalah dambaan setiap dambaan orang atau pribadi.
Pribadi yang memeiliki badan sehat hanyalah pribadi yang mampu mengondisikan.
Tetapi tentu saja tidak setiap pribadi atau orang setuju dengan ungkapan itu,
karena kenyataannya tidak setiap pribadi mampu mememliharanya kesehatannya
sendiri setiap saat, sehingga terkadang muncul kondisi sakit.
Penyakit itu
disebabkan oleh kurangnya perhatian dalam menjaga kesehatan jasmani, beban
fikiran yang terlalu berat, emosi,
termasuk pengaruh kebiasaan merokok. Yang dimaksud dengan beban fikiran
adalah tekanan kejiwaan (stress) yang meliputi perasaan takut (was-was), sedih,
dan jengkel (emosi). Dalam lapangan ilmu kedokteran, hal seperti itu lazimnya
dinamakan psikosomatik. Selama kita hidup didunia, setiap hari pasti kita juga
akan memperoleh berbagai cobaan bertumi-tubi yang semuanya itu pasti akan
menjadi beban fikiran. Untuk itu, agar fikiran kita tidak sampai dibebani
masalah, hendaknya harus lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah SWT.
Satu-satunya
jalan untuk berkomunikasi (mendekatkan diri) dengan Allah SWT adalah dengan
melaksanakan sholat lima waktu karena dalam shalat lima waktu itulah kita
memanjatkan doa kepada Allah SWT agar
dihindarkan dari semua malapetaka,
melindungi atau menyelamatkan dari semua bentuk penyakit yang kita derita serta
menyelamatkan dari semua mahluk Allah SWT yang jahat (baik berupa syetan, jin,
manusia, dan binatang). Dalam hal ini, nabi
Muhamad SAW, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Bersabda:
“perihalah
harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. dan obatilah orang-orang yang
sakit dengan bersedekah. Dan hadapilah bertubi-tubinya cobaaan dengan doa dan
merendahkan diri kepada Allah SWT.”
Allah SWT pasti akan
mengabulkan semua doa jika kita benar-benar bertakwa dan bertobat kepada-Nya.
Dalam hal ini, bertakwa adalah benar-benar menjalani semua perintah-Nya dan
meninggalkan semua larangan-Nya, sementara bertobat adalah benar-benar berjanji tidak akan
melakukan lagi semua larangan Allah SWT yang pernah dilakukan. Allah SWT
berfirman :
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia
akan mengadakan baginya jalan keluar (Ath-Thalaq: 2)
Sebagai manusia tidak
luput dari perasaan takut dan was-was yang bakal menghantui fikiran kita.
Apalagi, bagi yang pernah menderita penyakit, dia seringkali mengukur keadaan
dirinya dengan keadaan orang lain. Misalnya jika seseorang pernah menderita
penyakit jantung walaupun menurut dokter penyakit jantungnya itu sudah sembuh
karena dia disiplin menjaga kesehatan diri dan selau mengikuti petunjuk dokter,
ketika tiba-tiba dia mendengar orang lain yang juga menderita penyakit jantung
telah meninggal dunia, dia akan merasa takut (was-was). Dia khawatir dirinyapun
akan senasib dengan penderita yang meninggal dunia.
Kondisi setiap
orang itu tidaklah sama, bisa jadi penderita itu meninggal karena kurang
menjaga kesehatannya dan memang ajalnya sudah saatnya tiba. Artinya, hal itu
sudah menjadi ketentuan takdir dari Allah SWT, sebagai mana firman-Nya ini
Artinya:
“Dan Allah sekali-kali
tidak aka menangguhkan (kematian) seseorang
apabila datang waktu kematiannya. dan Allah maha menge-
tahui apa yang kamu kerjakan.” (al mnafiqun:11)
Jika dihantui
perasaan was-was, Rasulullah SAW mengingatkan supaya membaca Al-ikhlas,
Al-falaq, serta An-Nas. Sebagaimana
beliau sabdakan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan
at-Tirmidzi dari Abdullah bin khubaib r.a :
“rasululloh saw
telah bersabda kepadaku, ‘Hendaklah kamu membaca surat Kullhuwallahu-ahad dan
al-Mu’awadzatain (Al-Falaq dan surat An-Nas ) ketika petang 3x dan
pagi 3x, bacaan itu telah mencukupimu dari segala sessuatu.”
Kebiasaan marah
(emosional) termasuk dalam kategori psikomatik yang dapat menyebabkan timbulnya
bermacam-macam penyakit. Bagi mereka yang mempunyai penyakit darah tinggi dan
penyakit jantung, emosi dapat mengambuhkan penyakit tersebut. Jika seseorang
tidak dapat menahan emosinya sewaktu ia menderita penyakit, jangan berharap
penyakit dapat sembuh, bahkan penyakit dapat bertambah parah lagi.
Cara
menghindari emosi, Rasulullah SAW memberikan nasihat-nasihat, sebagaimana
tercantum hadits berikut yang artinya:
“Siapa yang
menahan marah padahal ia dapat memuaskannya (melampiaskannya), maka kelak pada
hari kiamat Allah SWT akan memanggilnya untuk memilih bidadari sekehendaknya” (H.R Abu
Daud dan Tirmidzi )
“Marah itu
merusak iman, bagaikan benda yang pahit
merusakan madu” (HR Bukhari)
Kebiasaan
merokok juga salah satu penyebab timbulnya penyakit, bahkan akan menimbulkan
berbagai jenis penyakit yang timbul dalam tubuh manusia. Bahaya merokok bagi
kesehatan telah dibicarakan dan diakui secara luas.
Rokok
biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat
dimasukan dengan mudah kedalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir,
bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan
memeperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari
merokok.
Kecanduan
merokok adalah suatu bentuk
ketergantungan yang berbeda, tetapi tidak kurang berbahayanya
dibandingkan dengan ketergantungan-ketergantungan bahan atau obat lainnya.
Jarang sekali ditemukan prilaku merokok yang dikategorikan ringan. Barang kali
hanya dikategorikan sekitar 2% saja dari keseluruhan populasi perokok.
Selebihnya adalah perokok yang sudah terjerat pada nikmatnya rokok bagi
dirinya, sehingga setiap satu atau dua jam mereka harus menyalakan sebatang
rokok agar dapat hidup “normal” kembali.
Bahkan berbeda
dengan peminum alkohol atau obat tidur, yang masih dapat mengurangi
kebiasaannya atau membatasi pada saat-saat tertentu saja. Mereka pun dapat
berfungsi normal dan melewati masa-masa tertentu bila perlu tanpa kehadiran
bahan-bahan tersebut. Hanya sebagian kecil dari mereka yang mempunyai masalah
minum yang berakhir alkoholik atau pecandu. Akan tetapi berbeda halnya dengan perilaku ke-
biasaan merokok, orang yang berjiwa paling seimbang dan pembawaan
nya akan begitu stabil pun, bila telah jatuh kedalam perangkap rokok akan
berubah menjadi budaknya.
Di indonesia
rupanya tembakau ini mendapat sambutan yang baik sehingga cepat sekali menjadi
bagian dari budaya setempat, gaya hidup dan kultur merokok menjadi sesuatu yang
unik. Konsumsi tembakau di indonesia mengalami peningkatan yang tajam dalam 30
tahun terakhir ini. Dari 33 miliar
batang pertahun pada 1970 meningkat
menjadi 200 miliar pertahun pada tahun
2000. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat ke-5 dunia setelah China, Amerika,
Rusia dan Jepang dalam konsumsi tembakau tertinggi di dunia.
Pada tahun 2002
Indonesia berada pada urutan ke-7 dengan memproduksi sebanyak 144.700 ton
tembakau atau sekitar 2,3% dan total produksi dunia (6.340.620 ton). Iklim ekonomi merupakan faktor yang
ikut pula berperan meningkatkan konsumsi tembakau. Meski dalam
keadaan krisis ekonomi, konsumsi tembakau terus meningkat.
Bahkan hasil
peneletian WHO menyebutkan bahwa makin rendah penghasilan, makin tinggi
pervalensi merokoknya. Sebanyak 62,9% pria penghasilan rendah merokok secara
teratur dibandingkan dengan 57,4% pria penghasialn tinggi. Konsumsi rokok
dikalangan pria berumur 10-14 tahun
mencapai 0,7%, pria berumur 15-20 tahun
mencapai 24,2%, serta pria berumur 20-24 tahun mencapai 60,1%.
Seorang
pencandu rokok pernah mengaku bahwa dia
tidak dapat berpisah dari rokok kesayangannya. Dia jadi tergantung pada benda
itu mememnuhi kebutuhan fisik maupun fsikologinya. Dan benda itu selalu “setia”
kepadanya selalu ada ketika dibutuhkan, dan ini merupakan ciri seorang
“sahabat”. Kalau demikian, rokok itu adalah kawan, tetapi mengapa begitu banyak
dihujat, dibenci, bahkan diajukan ke pengadilan sebagai “terdakwa”.
Harapan hidup
bagi seorang perokok lebih pendek dari pada orang yang tidak merokok sudah lama
diketahui dan diakui oleh semua orang. Merokok sudah terbukti berkaitan erat
dengan banyak penyakit yang fatal dan melumpuhkan. Risiko yang ditempuh seorang
perokok secara keseluruhan amat besar dengan perjalanan yang berakhir dengan
kematian sebelum waktunya.
Tembakau
disebut-sebut dapat mencegah berbagai penyakit, tetapi segera dikecam sebagai kebiasaan yang buruk.
Salah satu penentang yang sangat membenci rokok adalah Raja James I dari
Inggris, yang menulis artikel secara menyamar pada tahun 1604 berjudul “A
counterblaste to tabacco”. Kepercayaan akan manfaat positif rokok mulai menghilang pada pertengahan abad
ke 19. Tetapi pengecam-pengecam rokok secara berlebih-lebihan menyalah rokok
sebagai biang keladi semua penyakit, sehingga bukti-bukti yang menumpuk akan
terjadi kanker pada lidah dan bibir dikalangan penghisap pipa menjadi tenggelam
ditengah-tengah segudang tuduhan lainnya.
Namun keadaan
tentang rokok akan menyebar, bahkan
dikalangan para dokter sekalipun, sehingga kesepakatan bersama bahwa rokok itu
mengancam kesehatan menjadi menumpul. Ide bahwa rokok dapat mengakibatkan
kanker mula-mula dikemukakan oleh Sommering (1795) di Jerman dalam suatu
sayembara, dimana dia mengemukakan bahwa carcinoma pada bibir paling
sering terjadi pada orang yang menghisap rokok.
Bibir bagian
bawah lebih sering di serang karena bagian itu paling sering terimpit antara
pipa dan gigi. Sekalipun laporan-laporan yang mengaitkan kanker dengan rokok
lebih sering menyangkut kanker bibir, tetapi menjelang akhir abad ke-19 banyak
pula dokter yang menaruh anggapan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker lidah.
Dugaan bahwa
paru-paru disebabkan oleh merokok timbul
pada banyak orang secara independen terlebih-lebih setelah ternyata angka
kejadiannya semakin meningkat. Tembakau dan asapnya mendukung ribuan bahan
kimia yang berbahaya dan 28 diantaranya yang paling berbahaya, sehingga pantas
dinyatakan sebagai bahan narkotin yang lebih berbahaya daripada morphin. Dokter-dokter
di eropa menyebutnya “racun kuning”. Dia menyerang semua sel tubuh,
terutama di otak, dia mengotori aliran darah, dan menjadikan tubuh sebagai lahan subur bagi penyakit, ke-
jahatan, kenakalan dan kondisi-kondisi lain yang menjurus
kepada degenerasi.
B.
Rumusan Masalah
2.
Bagaimana cara berhenti
merokok?
C.
Tujuan
1.
Ingin mengetahui berbagai macam penyakit yang
ditimbulkan akibat ketergantungan merokok.
2.
Ingin mencari tahu bagaimana cara menanggulangi
ketergantungan merokok.
D.
Manfaat
Penelitian
1.
Supaya kaum remaja tidak ketergantung merokok.
2.
Supaya orang tua lebih mengawasi anak-anaknya
agar tidak terjerat merokok.
3.
Dapat mengetahui dampak negatif dari rokok
E.
Dasar Pemikiran
2.
Dari dampak terhadap kesehatan, mayoritas
dokter bahkan negara-negara di dunia ini telah mengakui dampak buruk tersebut.
Sehingga seandainya tidak ada teks keagamaan (ayat al-qur’an atau hadist) yang
pasti menyangkut larangan merokok, maqashid Asyariah sudah cukup sebagai
argumentasi untuk melarangnya.
3.
Menurut Abdullah bin Abdurrahman As-sanad dalam bukunya : “nasihat al-insan”, “ala
isti’mal Addukhon”,rokok dikenal oleh bangsa Eropa sekitar tahun 915 H atau
1518 M, ketika sekelompok pakar mereka menemukan tumbuhan “aneh” di
Tobago, meksico. Benihnya, mereka bawa pulang dan dari sana tersebar
kedaerah-daerah lain termasuk ke wilayah negeri-negeri islam. Itu sebabnya
tidak ditemukan pendapat ulama ke empat mazhab, tentang hukum merokok. Namun
melalui pemahaman tentang Maqashid Al-Syariah (tujuan agama) kita dapat
mengetahui hukum merokok dan persoalan-persoalan baru lainnya.
4.
Seorang Mufti besar Mesir Syekh Nasr Farid
Wassel, menyatakan bahwa para perokok itu adalah pendosa. Dia mengeluarkan
pernyataan itu didalam rangka kampanye anti merokok di negara tersebut. Selain
perokok katanya, perusahaan tembakau dan para pedagang yang mengorupsi apa yang
telah dibangun oleh masyarakat juga adalah mereka yang disebut sebagai pendosa.
Keuntungan yang didapat dari industri tembakau itu hukumnya haram dalam islam.
Dia menyarankan kepada pemerintah untuk menggunakan pabrik-pabrik rokok untuk
keperluan lain.
5.
Menurut W,V.Grant dalam bukunya How to Quit
Smoking orang yang dapat ditolong oleh Allah SWT adalah mereka yang berkata
bahwa merokok adalah suatu dosa, dan Allah memang bermaksud betul-betul waktu
mengatakan bahwa jikalau kita mengakui dosa-dosa kita maka Allah akan menyucikan
kita. Jadi, pertama-pertama kita harus mengakui bahwa merokok itu salah.
Kemudian kita harus meminta pertolongan dari Allah, kita harus mengambil
kepastian sungguh-sungguh untuk kali terakhir kita menjama rokok. Sesudah itu
jangan bergaul dengan orang-orang yang merokok. Jangan biarkan diri dikelilingi
oleh mereka, lalu kita tetapkan fikiran pada suatu hal sehingga tidak terlalu
banyak memikirkan tentang rokok.
F.
Sistematika
Penulisan
Sistematika penulisan karya tulis
ini adalah sebagai berikut:
BAB I : merupakan bab yang
pendahuluan yang mengungkapkan latar belakang,
rumusan masalah, tujuan, manfaat penelitian, dasar pemikiran
dan sistematika penulisan.
BAB II : merupakan landasan
teoritis yang menjelaskan teori-teori para ahli tentang rokok.
BAB III : merupakan bab kerangka
empiris yang menjelaskan tentang fakta yang terjadi di lingkungan.
BAB IV : merupakan bab temuan dan
gagasan yang menjelaskan tentang jawaban dari rumusan masalah.
BAB
II
LANDASAN
TEORITIS
A.
Penyakit
Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran berupa gangguan dalam fungsi
normal individu sebagai totalitas yang menyebabkan ketidak nyamanan disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya yang
menyebabkan aktivitas kerja atau kegiatannya terganggu. Gejala-gejala
penyakit ada yang ringan ada yang berat, beberapa cara untuk menghadapi
gejala-gejala tersebut, diantaranya:
1.
Jika mengalami gejala-gejala penyakit ringan,
sebaiknya dilihat perkembangannya dalam beberapa hari. Jika belum sembuh dan
terdapat tanda atau gejala yang menghawatirkan sebaiknya segera ke dokter.
Dalam hal ini, penyakit-penyakit ringan dapat berubah parah dan susah diobati.
2.
Jika mengalami penyakit yang berat, seperti
serangan jantung dan sebagainya, uasahakanlah secepat mungkin dibawa kerumah
sakit kapanpun waktunya. Allah swt berfirman :
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui
dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang
berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Dari
firman Allah SWT di atas, bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu kesehatan
dan pengobatan jasmani, secara khusus dan mendalam hanya diketahui oleh
orang-orang yang memang ahlinya, diantaranya adalah dokter.
Al
Imam Syamsudin Muhsmsd Abi Bakar bin Ayyub az-Zariya ad-Damsyiqi beliau
mengatakan “Nabi Ibrahim Khalilulloh bertanya kepada Allah SWT : ‘Ya Allah,
dari mana penyakit itu?’ Allah menjawab : ‘dari-Ku. Lalu Nabi Ibrahim bertanya
: Ya Allah dari mana datang nya obat untuk penyakit itu?’ Allah menjawab: ‘dari
ku’. Lalu Nabi ibrahim bertanya pula: ‘kalau begitu apa funsinya dokter?’ Allah
menjawab: ‘ia seorang yang karena takdir-Ku aku beri dia ilmu untuk menjadi
seorang dokter, dan dari padanyalah dia dapat mengobati orang-orang yang sakit
dengan izin-Ku. [1]
Resep Rasullah SAW ubtuk kesehatan jasmani
1.
Melakukan diet (pencegahan)
Agar jasmani selalu ada dalam keadaan sehat,
Rasulullah SAW memberikan resep yang sangat ampuh. Rasulullah saw bersabda
“pencegahan (diet ) itu pokok dari segala pengobatan”
Pencegahannya adalah sebagai berikut :
a.
Meninggalkan segala kebiasaan, terutama
mengkonsumsi makanan dan minumah yang membahayakan jasmani, termasuk kebiasaan
merokok (rokok yang mengandung narkotika).
b.
Menahan diri dari marah (emosi)
c.
Mengurangi jumlah porsi makanan atau minuman
dari biasanya, terutama untuk menurunkana berat badan yang berlebihan
(kegemukan). Berat badan yang berlebihan merupakan salah satu penyebab beberapa
penyakit yang berbahaya.
d.
Tidak mengkonsumsi makan dan minuman yang
memang dilarang oleh dokter akibat sesuatu penyakit yang diderita.
2.
Membaca basmalah sebelum makan
Rasulullullah
saw bersabda “ setiap perkara yang penting, jika tidak dimulai dengan bismillah
maka perkara itu tidak ada berkahnya”. Maka para ulama sepakat mengatkan bahwa
membaca basmalah itu sunnah dibaca pada setiap kita akan melakukan semua
pekerjaan dalam seluruh aspek kehidupan yang berguna dan tidak melanggar agama.
Seluruh makna yang terkandung dalam Al-Qur’an, secara umum bermaktub pada surat
Al-Fatihah, sementara makna yang terkandung termaktub dalam bismillah.
3.
Membiasakan diri meminum madu
Allah
SWT telah menjadikan madu lembah itu sebagai obat yang luar biasa bagi
kesehatan jasmani manusia, sebagaima dalam firman-Nya:
“Dari
perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya
terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia”
4.
Mengkonsumsi jintan hitam
Rasulullah
saw bersabda:
“hendaklah
kamu memakan jintan-hitam ini, maka sesungguhnya didalamnya terdapat bahan
penyembuhan (obat) untuk semua penyakit, kecuali kematian.
5.
Banyak minum air
Banyak
minum air adalah cara pengobatan yang tidak kalah penting nya serta tidak boleh
diabaikan begitu saja, maksudnya adalah banyak minum air benar-benar merupakan
kebutuhan yang sangat vital bagi sekalian mahluk hidup di alam semesta ini.
6.
Meminum air zam-zam
Nabi
Muhamad saw bersabda:
“air
zam-zam itu tergantung bagaiman kita niat meminumnya, maka jika engkau
meminumnya dengan niat untuk memohon kesembuhan dari Allah untuk penyakitmu,
maka Allah akan menyembuhkan penyakit mu. Jika niatnya untuk meminta
perlindungan maka Allah akan melindungimu”
7.
Membiasakan diri berolahraga
Gerak
badan (olaharaga) merupakan kebutuhan mutlak untuk kesehatan jasmani manusia
dan juga merupakan pengobatan bagi penyakit-penyakit kita. Raasulullah saw
bersabda:”bergerak itu suatu keberkahan”
8.
Banyak bersedekah
Sebagaiman
yang ditegaskan oleh dalam hadits Nabi Muhamad saw yang diriwayatkan oleh Abu
Daud bahwa :
“peliharalah
harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan
bersedekah. Dan hadapilah bertubi-tubinya cobaan dengan doa dan merendahkan
diri kepada Allah SWT.”
B.
Rokok
Rokok adalah
silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi
tergantung negara). Dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.
Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat
di hirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Manusia
di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di
Amerika. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian
dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian
membawa tembakau ke Eropa. kebiasaan
merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa
Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk
kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat
itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Di indonesia rupanya tembakau ini mendapat
sambutan yang baik sehingga cepat sekali menjadi bagian dari budaya setempat,
gaya hidup dan kultur merokok menjadi sesuatu yang unik. Konsumsi tembakau di
indonesia mengalami peningkatan yang tajam dalam 30 tahun terakhir ini. Dari 33 miliar batang pertahun pada 1970 meningkat menjadi 200 miliar
pertahun pada tahun 2000. Bahkan,
Indonesia menduduki peringkat ke-5 dunia setelah China, Amerika, Rusia dan
Jepang dalam konsumsi tembakau tertinggi di dunia.
Pada tahun 2002 Indonesia berada pada urutan
ke-7 dengan memproduksi sebanyak 144.700 ton tembakau atau sekitar 2,3% dan
total produksi dunia (6.340.620 ton). Iklim ekonomi merupakan faktor yang ikut
pula berperan meningkatkan konsumsi
tembakau. Meski dalam keadaan krisis ekonomi, konsumsi
tembakau terus meningkat.
Dalam islam rokok digolongkan kepada obat-obat
atau hammer dalam al-qur’an telah disebutkan akibat-akibanya bila kecanduan,
yaitu bisa mengubah akidah.[2] Merokok dinilai oleh banyak ulama sebagai
salah satu bentuk pemborosan. Hal ini bukan hanya oleh perorang yang membeli
sebatang dua batang, tetapi justru oleh pabrik rokok, yang mengeluarkan biaya
tidak kecil untuk memprogandakan suatu yang tidak bermanfaat kalau enggan
berkata membahayakan. Juga pada biaya pengobatan bagi mereka yang menderita
sekian banyak penyakit akibat rokok. Agama melarang segala bentuk pemborosan,
jangankan dalam hal yang buruk, atau tidak bermanfaat, dalam hal yang baik pun
dilarangnya. “ tiada pemborosan dalam kebaikan dan tiada kebaikan dalam
pemborosan.” Demikian sabda Nabi SAW.[3]
Rokok dari logika iman merupakan barang haram.
Biarpun tidak mengandung alkohol atau zat yang memabukan, rokok tidak hanya
berbahaya vagi kesehatan diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi lingkungan
dan sekitarnya. Rokok itu tergolong khamr karena itu harus diharamkan,
maksudnya untuk memeberi dasar ajaran agama pada fatwanya tentang rokok.
Mengisap rokok lebih banyak madaratnya daripada manfaatnya. Paru-paru perokok
yang menahun dibedah dan dicuci dalam waskom kecil itu sekeruh selokan. [4]
Kebodohan dan ketidak pedulian seorang perokok
dapat mencelakakan anak istrinya secara langsung maupun tidak langsung. Secara
langsung karena selama hidup dan tinggal bersama mereka niscaya istri dan
anak-anak itu juga menjadi perokok pasif, mereka turut menghirup asp rokok yang
yang dihembuskan ayah mereka di kamar-kamar dalam rumah yang sempit, tertutup
kadang ber-AC. Dengan intensitas tinggi masuklah kepulan asap rokok itu kedalam
paru-paru mereka, karena berlangsung tiap hari selama bertahun-tahun mereka
juga menjadi terbiasa dan adapted dengan aroma dan pengap akibat pengaruh asap
rokok yang beracun itu. Merekapun praktis menjadi perokok tak langsung, dalam
arti tiap hari turut menghisap asap rokok juga. Secara tidak langsung orang tua
atau kepala keluarga yang merokok akan tokoh panutan atau teladan prilaku para
anggota keluarga.
Menurut the American Lung Cancer Association
jika seorang mengisap batang rokok
dalam satu jam, sekalipun pada ruangan yang berventilasi, akan terbentuk
tingkat kadar CO sebesar parts per milion. Dalam percobaan binatang yang
dipapari tingkat CO sebesar 50-100 ppm akan terjadi kerusakan berat pada
jaringan otak dan jantung bianatang itu.
Asap rokok yang dihirup terlalu banyak dapat
merusak paru-paru manusia. Orang yang terlanjur banyak merokok, amat sulit
baginya menghentikan mengisap rokok itu. Memang bagi orang-orang tertentu,
seperti yang tertekan perasaan (frustasi), orang yang mengalamin kebimbangan
(konflik batin) atau cemas (anxiety) biasanya menyakai rokok. [5]
Maha bijkasana Allah SWT yang telah memakruhkan
rokok. Ini berarti, ini berarti orang yang segaja menghindari merokok, ia
berpahala karena mengindahkan teguran Allah. Tapi kalau ia tidak mampu menahan
diri, ia boleh merokok tapi tidak berpahala dan tidak berdosa. Namaun bagi
manusia yang bijaksana, yang mengetahui bahaya merokok bagi paru-parunya, tentu
ia tidak akan membiasakan dirinya condong kepada rokok. Allah Swt berfirman:
“Dan
(ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Menurut KH. Quraish Shihab, merokok
dikategorikan sebagai dosa kecil karena akibat yang ditimbulkannya mengganggu
orang karena asap dan baunya, merusak kesehatan baik bagi diri perokok maupun
orang lain yang tidak merokok tapi ikut menghisap asp rokoknya, dosa kecil
apabila dilakukan terus menerus akan menjadi dosa besar. Merokok merupakan perbuatan mubazir (membakar atau membuang
uang), sedang perbuatan mubazir adalah saudar setan yang tentunya terlarang.
Menurut Zainab (Aktivis Gerakan Anti
Rokok), di Amerika Serikat 440.000 warga negreri meninggal setiap tahun
disebabkan merokok. Efek samping zat atau racun dan kimia lain yang terkandung
didalam rokok itu di tengarai telah menjadi faktor utama penyebab kematian di
negara itu. Hal senada diungkapakan oleh Dr. Med. Frans Santoso Spjp bahwa
penyebab meningkatnya penyakit jantung dan strike menurut WHO menempati urutan
pertama penyebab kematian diseluruh dunia adalah merokok. Penyebab kedua penyakit
kematian itu adalah faktor makanan dan pola hidup yang tidak sehat.
Pecandu rokok setiap hari mengalami
peningkatan, hal ini karena semakin banyaknya perusahaan produksi rokok setiap tahun. Biaya yang harus
dikeluarkan akibat aspek negatif merokok itu cukup besar. Di Amerika dilaporkan
telah memakan biaya sebesar 70 miliyar dolar setiap tahun akibat efek negatif
merokok. Salah satu aspek rokok yang mendahsyat adalah penyakit jantung, paru
kronis dan kanker.
Menurut taksiran WHO, separuh dari semua perokok akan mati akibat
kebiasaannya itu dan setengahnya lagi akan meninggal dunia pada umur
pertengahan. Angka-angka itu diterbitkan mejelang Hari Bebas Tembakau yang di
prakaisai oleh WHO yang mengimbau dari semua perokok dan pengunyah tembakau di
seluruh dunia utuk mengmerangi “Epidemi
Tembakau” itu. Angka-angka itu menunjukan bahwa risiko merokok lebih
besar dari dugaan semula bahwa merokok menjadi salah satu bahaya kesehatan
masyarakatdunia.
Orang yang menjadi perokok untuk waktu
yang lama memebuat si perokok menghadapi angka kematian tiga kali lebih besar
dari pada non-perokok pada semua usia mulai pada saat meningkat dewasa.
Sebagaimana besar kemungkinannya, banyak diantara kelebihan kematian itu
langsung diakibatkan kebiasaan merokok, bahwa hal ini mengandung arti bahwa
risiko seorang perokok akan mati akibat
kebiasaan tersebut berkisar sekitar 50%, setengah diantaranya akan mati pada
usia pertengahan dan kehilangan lebih dari 20 tahun kehidupan mereka.
Menurut judith Mackay seorang tokoh
internasional anti rokok, penyuluhan kesehatan saja tidak cukup untuk memerangi
kebiasaan yang berbahaya dan adiktif ini. Beliau mengungkapkan bahwa di
indonesia setiap tahun 57.000 orang indonesia meninggal karena rokok. Angka ini
termasuk mereka yang sudah merokok sejak masa belasan tahun, mencapai usia
menengah dan meninggal karen rokok.
Rokok tidak hanya berdampak pada kesehatan
saja, tetapi berdampak pada lingkungan. Tembaku telah menguras bahan-bahan nutrean
didalam tanah dengan cepatnya, sehingga dibutuhkan pupuk, pestisida yang
keduanya merupakan beban bagi petani dan lumbahnya dapat mengotori persediaan
air minum pedesaan.
1.
Jenis motivasi merokok
a.
Alat pergaulan (psikososial)
Merokok
pada situasi sosial untuk meningkatkan kehidupan bersosial.
b.
Kepuasan saraf (sensori motor)
Merokok
untuk kepuasan pada mulut
c.
Sumber kenikmatan (indulgent)
Merokok
untuk memperoleh kenikmatan dan menambah kegembiraan dan kesenangan yang sudah
ada. Inilah jenis yang paling umum, dua atau tiga jam dapat berlalu tanpa
keinginan untuk merokok, tetapi pada situasi bergembira dapat lebih sering.
d.
Penenang (sedatif)
Merokok
untuk menghilangkan perasaaan tak enak, bukan untuk kenikmatan. Perasaan lega
kadang-kadang juga timbul karena kegiatan sensorimotor seperti rasa tenang bila
mengelus-elus rokok sebelum disulut, tetapi umumnya rasa lega timbulnya sebagai
efek sedatif dari nikotin yang bekerja.
e.
Perangsang (stimulasi)
Efek
stimulan dari nikotin dipaaki untuk mengangkat atau memacu semangat, membantu
berfikir dan konsentrasi, mencegah kelelahan dan mempertahankan kinerja pada
tugas yang monoton dan lama, serta meningkatkan kemampuan dalam situasi stres.
f.
Memenuhi kecanduan (adiktif)
Merokok
semata-mata hanya untuk memenuhi tuntutan atau mencegah terhadinya sindroma
penarikan, yang akan timbul apabila seorang perokok telah melewatkan 30-40
menit atau kurang tanpa rokok.
g.
Keterbiasaan (adiktif)
Ini
terjadi pada sebagian perokok berat yang dengan tak disadari lagi secara
otomatis akan mencari sebatang rokok. Ini baru disadari bahwa tangannya sudah
kosong, yakni tidak memegang rokok.
2.
Jenis merk rokok
a.
Sampoerna Mild
b.
Filter
c.
Djarum coklat
d.
Dji samsoe
e.
Gudang Garam merah
f.
Malboro
3.
Rokok berdasarkan bahan pembungkus
a.
Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
b.
Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
c.
Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
d.
Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
4.
Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
a.
Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun
tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
b.
Rokok Kretek: rokok
yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus
untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu
c.
Rokok Klembak: rokok
yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang
diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
5.
Bahan kimia dalam rokok
Dari sekitar 700 bahan atau ramuan yang biasa digunakan dalam pembuatan
asap rokok terdapat 13 bahan kimia yang dianggap sangat berbahaya bila dipakai
dalam membuat makanan, 5 dari bahan kimia itu terdafatar sebagai bahan
berbahaya dan satu bahan dapat mengakibatkan kekejangan pada binatang. Bahan
yang lain, ammonia, dapat mengakibatkan ganggua pada kulit, mata, dan sistem
pernafasan.
a.
Bahan penyebab kanker (carcinogen)
1)
Karsinogen lengkap, yang pada binatang
percobaan bila dilampaui jenis tertentu akan menimbulkan kanker.
2)
Pemicu atau inisiator tumor, yang memulai tahap
pertama kanker
3)
Pengembang atu promotor tumor, yang akan
melanjutkan kanker yang dimulai itu, tetapi tak dapat memulainya sendiri. Didalam
peraktiknya ternyata terdapat beberap kasinogen
lengkap mempunyai sikap memulai yang kuat tetapi sifat promosi yang
lemah, sedangkan yang lainnya sebagai inisator tetapi kuat sebagai promotor.
4)
Bahan iritan
Bahan ini dapat merangsang sekresi mukrosa pada
saluran bronkhial dan menghambat kerja cilia. Cilia adalah tonjolan menyerupai
rambut pada lapisan permukaan pada saluran bronkhus. Dengan gerak teratur cilia
menghasilkan lendir yang bergerak ke arah tenggorokan. Lebih dari 10 senyawa,
tetapi yang terpenting adalah acrolein, yang bersifat ciliostatatic. Hal menghambat dibersih-kannya paru-paru, menambah risiko infeksi yang memperpanajang lama
kontak antaradinding saluran bronkhus dan bahan-bahan rokok yang dapat
dideposit di paru-paru dari asap rokok itu.
Baik asap maupun partikel-partikel rokok
menjadi penyebab dari penyempitan boankhoi yang disebabkan oleh rokok penyebab
Kerjanya adalah menghalau debu dan bakteri dari jaringan paru-paru.
Beberapa jenis iritan ini juga bersifat CO-carcinogen, yang membantu bahan
carcinogen menimbulkan kanker.
5)
Karbon monoksida dan gas-gas lainnya
Karbon monoksida yaitu gas yang tidak berbau.
Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Gas
CO mengacaukan kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Gas
yang dihirup dari batang rokok mengandung 1 hingga 5 persen karbon monoksida
yang terbentuk sebagai hasil pembakaran. Bahan ini dilarutkan di udara sebelum
mencapai paru-paru sehingga mencapai konsentrasi 400 ppm (parts per milion).
Walupun rendah, kadar ini cukup bermakna karena karbon monoksida mempunyai
afinitas (daya ikat) tinggi terhadap hemoglobin, yang berperan dalam pengangkutan
oksigen dalam darah
Akibatnya, seorang perokok berat, biasa
mempunyai hingga 15% dari hemoglobin dalam darahnya tidak dipakai mengangkut
oksigen ke jaringan karena berada dalam bentuk inakatif, yaitu sebagai carboxy
hemoglobin. Terdapat juga gas-gas lain yang aktif dalam reaksi kimia seperti
nitrogen oksid dan hidrogen sianida yang efeknya dalam dosis kecil belum dapat
dipastikan.
CO
(karbon monoksida), tir dan nikotin
dapat berpengaruh terhadaf saraf yang menyebabkan antara lain:
a. Gelisah,
tangan gemetar (tremor).
b. Cita
rasa atau selera makan berkurang.
c. Ibu-ibu
hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungan.
6)
Nikotin
Nikotin adalah obat yang keras, jumlah dalam
suatu cerutu kecil bila disuntikan kedalam
pembuluh darah dapat mematikan seorang dewasa. Bahan ini mempunyai kerja
farmakologis yang kuat terhadap sistem saraf. Nikotin berpengaruh pada setiap organ tubuh, dosis kecil dapat
merangsang, tetapi dosis besar melumpuhkan semua saraf. Disamping itu, sifatnya
juga kompleks karena kerjanya terdiri dari dua tahap, mulai dengan eksitasi
(kejutan) disusul depresi (penekanan) dari fungsi-fungsi tubuh, suatu balance
dari efek yang dihasilkan oleh dosis nikotin dan interval.
Kadar
zat ini akan menumpuk di paru-paru otak, limpa, hati, dan darah. Bagi wanita
yang sedang hamil dapat berkumpul di plasenta dan pada air susu ibu. Sedangkan asap arus samping yang
terhirup oleh orang yang bukan perokok - lazim disebut perokok pasif
mengandung konsentrasi 2-3 kali lipat
ketimbang yang mengisap secara langsung.
7)
bahan pestisida
Methoprene sebagai bahan pestisida yang
digunakan untuk membunuh serangga di gudang tembakau dan yang lain adalah
scalarecol, yang dengan suatu senyawa lain mengakibatkan kekejangan. Karena
bahan-bahan itu tidak diatur oleh FDA yaitu pengatur bahan makanan dan
obat-obatan, maka perusahan rokok tak dapat dilarang menggunakan tersebut.
C.
Merokok Dalam
Pandangan Islam
Sebagian besar
ulama pada masa pada zaman dahulu dan ulama zaman pada masa kini (dengan fatwa
masing-masing) menetapkan bahwa merokok itu hukumnya haram. Salah satu diantara
dalil-dalil yang dikemukakan adalah firman Allah SWT yang artinya :
“...dan
janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan...” (al-baqarah:5)
Sebagian ulama
lainnya berpendapat bahwa merokok itu hukumnya makruh (artinya bila dikerjakan
tidak apa-apa dan bila ditinggalkan mendapat ganjaran). Akibat masih terdapat
perbedaan itulah, sekitar 90% umat islam didunia masih suka merokok. Selain itu
juga, karena ada yang berpendapat bahwa hukumnya tidak haram, atau
setidak-tidaknya hukumnya masih diragukan.[6]
Imam Annawawi
berpendapat bahwa orang yang imannya kuat (dari kalangan orang yang soleh) akan
menghindari hal-hal yang syubuhat agar dirinya selamat dunia dan akhirat. Untuk
lebih meyakinkan lagi, dikemukakan hadits Rasulullah saw, yang diriwayatkan
oleh bukhori dan muslim berikut ini :
“bahwasanya
sesuatu yang halal itu jelas, dan yang haram itu juga jelas, dan diantara
keduanya ada syubuhat (samar-samar/belum jelas), yang kebanyakan manusia itu mengetahuinya. Maka barang siapa
yang menjaga samar-samar itu, maka ia telah membersihkan agamanya dan
kehormatannya, dan barangsiapa yang jatuh kedalam samar-samar itu, maka ia
berarti telah jatuh kedalam hal yag haram”.[7]
BAB III
KERANGKA EMPIRIS
A.Rokok
Sebagai Bagian Dari Gaya Hidup Remaja Kini
Semua orang tau bahwa
kesehatan adalah suatu hal yang sangat penting untuk mencapai kebahagiaan hidup.
Namun, gaya hidup remaja masa kini kesehatan nya telah di rusak dengan cara
menghisap rokok. Masa remaja bisa disebut masa percobaan sekaligus masa paling
indah dalam perjalan hidup manusia modern. Dimasa inilah seseorang mulai
melepaskan diri dari masa kekanak-kanakan dan terkadang sudah menganggap bahwa
dirinya dewasa. Maka mereka rela mencoba sesuatu agar membuktikan bahwa dirinya
telah mampu atau telah dewasa, kadang-kadang tanpa banyak pertimbangan.
Contohnya seperti merokok.
Tidak heran,
bila kita melihat banyak remaja berusia 12-18 tahun di kota-kota besar sedang
merokok di tempat-tempat umum termasuk dilingkungan sekolah. Sekalipun
bukti-bukti yang menunjukan hubungan erat antar merokok dan kanker maupun
penyakit saluran pernafasan dan penyakit yang lainnya, ternyata jumlah perokok
masih banyak. Meskipun sudah tahu bahayanya, dan jelas-jelas disetiap bungkusan
rokok tertera tulisan “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung,
impotensi, dan gangguan kesehatan lainnya”. Peringatan itu tidak berhasil
menyadarkan atau mencegah orang untuk tetap mengisap rokok.
Perokok berat umumnya memulai kebiasaannya
sejak usia kanak-kanak atau menjelang dewasa. Biasanya gejala ini terjadi
sebelum usia 20 tahun, biasanya bila usia tersebut seseorang masih belum
merokok, dia tidak akan pernah menjadi perokok.
Masa remaja ini menjadi masa yang paling kritis dalam memprediksi
keadaan kesehatan seseorang dari prilaku merokoknya. Tetapi dimasa remaja
memang sulit untuk bebas dari tekanan rekan sebaya. Sehingga banyak remaja yang
mulai merokok karena ikut-ikutan, selain itu juga karena ingin dilihat dewasa,
jadi mereka coba-coba merokok dan akhirnya kecanduan.
Pertama merokok
biasanya tidak akan dirasakan enak, karena didalam rokok ada asupan nikotin,
yang terbukti bahwa nikotin adalah salah satu penyebab ketergantungan merokok.
Tetapi lama-kelamaan rokok tersebut akan terasa nikmat, sesudah rasa ingin tahu
dipuaskan dan didapat rasa rokok itu nikmat, maka akan di
pengulangan-pengulangan. Semakin banyak rokok dihisap semakain banyak pula
nikotin yang masuk dalam tubuh, dan akhirnya akan menjadi ketergantungan
merokok.
Walaupun hampir
semua perokok ingin berhenti, namun hanya sedikit yang berhasil. Kebanyakan
perokok tidak siap untuk meninggalkan kebiasaan merokok, hingga suatu saat
mereka akan berhenti akibat faktor keadaan, misalnnya gangguan kesehatan atau
krisis keuangan.
Sungguh
memperihatinkan bila mengingat dampak buruk dari kebiasaan merokok, akan dibawa
terus sampai belasan atau puluhan tahun kemudian dan munculah penyakit-penyakit
yang menyiksa. Pada saat itulah timbul penyesalan mengapa dulu dia melakukan
kebiasaan merokok dan tidak mau berhenti, sekalipun sudah menyadari bahayanya.
BAB IV
TEMUAN DAN GAGASAN
A.
Penyakit Akibat Ketergantungan Merokok
Kecanduan merokok adalah suatu
bentuk ketergantungan yang berbeda, tetapi tidak kurang berbahanya dibandingkan
dengan ketergantungan-ketergantungan bahan atau obat lainya. Perokok yang sudah
terjerat pada nikamatnya rokok, sehingga setiap satu jam atau dua jam mereka
harus menyalakan sebatang rokok agar dapat hidup normal kembali.
Ketergantungan merokok dapat
menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit :
1.
Kanker
paru-paru
Diketahui
90% kasus kanker paru-paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena asap rokok
akan masuk kedalam paru-paru, zat dari asap rokok ini akan merangsang sel di
paru-paru menjadi tumbuh abnormal.
2.
Kanker
payudara
Perempuan yang merokok lebih beresiko mengembangkan kanker
payudara. Perempuan yang merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum ia
hamil pertama kali beresiko lebih besar terkena kanker payudara.
3.
Jantung
Koroner
Penyakit
jantung koroner adalah suatu gangguan yang
disebabkan berbagai faktor. Semakin tinggi konsumsi tembakau, semakin
banyak faktor resiko yang dipunyai, dan semakin jauh dari normalnya
faktor-faktor resiko ini, maka semakin tinggi pulalah kemungkinan terjadinya
penyakit janung koroner. Gejala dan komplikasi penyumbatan koroner telah pula
ditemukan berkaitan erat dengan tingginya kadar carboxi Hb yang merupakan refleksi
dari absorpsi zat-zat di dalam rokok selain zat CO yang dihasilkan oleh rokok.
Banyak
penelitian menyebabkan bahwa merokok adalah suatu faktor risiko yang membantu
patogenesis penyakit jantung koroner, terutama pada laki-laki muda setengah
baya. Merokok sigaret berhubungan erat dengan meningkatnya kematian mendadak
pada serangan jantung. Perokok sigaret berat lebih mungkin terkena kematian,
dibandingkan dengan yang tidak merokok.
4.
Kanker
serviks
Sekitar
30% kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini karena
perempuan yang merokok lebih rentan akibat infeksi oleh virus menular seksual.
5.
Kanker kerongkongan
Asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok.
Asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah dikaitkan dengan merokok.
6.
Kanker pencernaan
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker perencanaan.
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan sehingga meningkatkan risiko kanker perencanaan.
7.
Kanker ginjal
Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan memicu kanker.
Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga mengubah sel DNA dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal dan memicu kanker.
8.
Kanker mulut
Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.
Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.
9.
Kanker tenggorokan
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan, karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.
10.
Serangan
jantung
Nikotin
dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan
tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih
banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja
terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa
menyebabkan serangan jantung.
11.
Penyakit paru obstruktif kronik
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus ini disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat seseorang sulit bernapas, dan sekitar 80 persen kasus ini disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau alveoli) dan bronkitis kronis (batuk dengan banyak lendir yang terjadi terus menerus selama 3 bulan).
12.
Impotensi
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensimaka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah, nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensimaka bisa menjadi peringatan dini bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.
13.
Empisema
Episema
adalah sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara atau penyakit ini diakibatkan merokok.
14.
Gangguan medis lainnya
Beberapa gangguan medis juga bisa disebabkan oleh rokok seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kesuburan, memperburuk asma dan radang saluran napas, berisiko lebih tinggi mengalami degenerasi makula (hilangnya penglihatan secara bertahap), katarak, menjadi lebih sering sakit-sakitan,menimbulkan noda di gigi dam gusi, mengembangkan sariawan di usus serta merusak penampilan.
Beberapa gangguan medis juga bisa disebabkan oleh rokok seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kesuburan, memperburuk asma dan radang saluran napas, berisiko lebih tinggi mengalami degenerasi makula (hilangnya penglihatan secara bertahap), katarak, menjadi lebih sering sakit-sakitan,menimbulkan noda di gigi dam gusi, mengembangkan sariawan di usus serta merusak penampilan.
B.
Cara Berhenti Merokok
1.
Usaha
untuk melepaskan diri dari merokok harus datang dari kemauan sendiri setelah
menyadari bahwa merok dapat merusak kesehatan. Kemauan yang harus didukung oleh
tekad yang kuat, yang dapat diperkuat lagi dengan sering mengucapkan “saya
bertekad untuk tidak merokok lagi”, atau ucapan lain yang tujuannya
seruapa. Jikalau kadang-kadang dirasakan pelaksanaan usaha ini sangat berat,
mohonlah kepada Allah supaya diberi kekuatan untuk menyukseskan usaha yang
sedang dilakukukan.
2.
Sebaiknya
jangan dijalankan setahap demi setahap, melainkan dilakukan dengan seketika.
Penderitaan bagi seorang pecandu rokok yang mengurangi jatah rokoknya sedikit
demi sedikit.
3.
Jika
keinginan untuk merokok sanagat terasa, mandi atau berenaglah selama 15-30
menit. Orang berkecimpung dalam air akan merasakan badannya segar dan pada saat
itu keinginan untuk merokok tidak dapat dilaksanakan.
4.
Untuk
meempercepat keluarnya tir yang telah yang telah tertimbun dalam tubuh,
orang perlu minum air banyak, berkisar 6-8 gelas diantara waktu-waktu makan.
Jangan minum kopi karena kopi merangsang saraf, menggelisahkan sehingga dapat
membangkitka keinginan untuk merokok
supaya menjadi tenang.
5.
Supaya
pengaruh nikotin pada saraf dapat cepat diatasi, harus cukup tidur
paling sedikit 8 jam sehari. Maksudnya, pada waktu malam suapaya dapat lekas
tidur dan jangan keluar diwaktu malam. Pada waktu bangun pagi, minumlah air
putih dan jalan-jalan atau olahraga dalam udara bebas, supaya jangan tergoda
oleh keinginan merokok.
6.
Waktu
makan harus teratur dan sehabis makan lekaslah bangkit dari kursi makan, untuk
jalan dengan santai dalam mengatasi keinginan merokok.
7.
Setelah
usaha untuk menghentiakan merokok mulai berhasil, nafsu makan biasanya membaik
karena saraf indra cita rasa yang tadinya terganggu oleh pengaruh rokok, kini
mulai sehat kembali.
8.
Rasa
kering dalam mulut yang sering mengganggu biasanya disebabkan oleh lendir yang
mengering dan melekat pada selaput lendir mulut. Maka untuk mengatasi rasa
kering itu, sebaiknya berkumur-kumur dengan air dan menjaga agar mulut selalu basah.
9.
Saat
yang dirasakan paling berat bagi mereka yang sedang berusaha berhenti merokok
adalah terutama minggu pertama. Setelah minggu pertama itu berlangsung selamat,
usaha selanjutnya yang hanya berupa pemeliharaan apa yang telah dicapai, dapt
diharapkan akan berjalan dengan lancar. Hal yang perlu diperhatikan dalam waktu
selanjutnya adalah memelihara tekad untuk tidak merokok lagi dan menjaga jangan
sampai badan kegemukan.
BAB V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari pembahasan
diatas dapat disimpulkan bahwa
1.
kesehatan
adalah nikmat dari Allah yang harus kita jaga, jangan sampai kita sia-siakan
nikmat dari Allah apalagi dengan mengkonsumsi rokok.
2.
Penyakit itu disebabkan oleh kurangnya
perhatian dalam menjaga kesehatan jasmani, beban fikiran yang terlalu berat,
emosi, termasuk pengaruh kebiasaan
merokok.
3.
Dengan mengkomsumsi rokok seseorang telah melakukan
dzolim terhadap dirinya sendiri. Karena dalam rokok banyak mengandung berbagai
macam kimia yang dapat menimbulkan berbagai macam jenis penyakit pada tubuh
manusia, merokok juga dapat menimbulkan kematian.
4.
Bahaya
merokok yang terutama adalah penyakit jantung koroner. Sementara untuk
paru-paru, selain kesulitan bernafas, juga bisa menjadi penyakit kanker
paru-paru. Di samping itu bahaya lainnya adalah penyakit darah tinggi dan
gangguan kesehatan yang lebih luas.
5.
Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung,
impotensi, dan gangguan kesehatan lainnya.
B.
SARAN
Berdasarkan uraian
masalah yang telah dibahas saran yang dapat penulis sampaikan yaitu sebagai
berikut:
1. Bagi anak-anak, remaja, maupun orang
tua sebaiknya prilaku mengkonsumsi rokok
dihindari
2. Bagi orang tua jangan membawa
pemantik atau korek, hal ini dapat
mengurangi penggunaan rokok di tempat umum.
3. Bagi pedagang rokok, sebaiknya harga
rokok dinaikkan, agar para perokok berpikir panjang untuk membeli rokok yang
sangat mahal.
4. Sebaiknya ibu hamil jangan
mengkomsumsi rokok.
5. Bagi remaja atau anak-anak diutamakan
bergaul dengan orang-orang yang tidak merokok.
6.
Jika sudah terlanjur menjadi perokok, berusahalah untuk
berhenti secara perlahan.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Hutapea
Ronald Dr.SKM.Ph.D 2013 “why Rokok?
Tembakau dan peradabannya” Jakarta Bee Media Indonesia
2.
Sitorus
Ronald 2008 “Gejala Penyakit & Pencegahannya” Yrama Widya
3.
Aydid
Hasan Muhamad 1996 “Sehat Itu Nikmat” Jakarta Gema Insani
4.
http//gambar rokok.com
LAMPIRAN-LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
Penulis yang bernama Fitri Novianti, dengan
panggilan akrab nya Fitri, Ifit, atau Ufit lahir di Sukabumi tanggal 11
November 1996. Penulis merupakan anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Bapak
Saepuloh dan Ibu Maryati, yang saat ini bertempat tinngal di Kampung Tugu desa
Cipamingkis, kecamatan Cidolog, Kabupaten sukabumi, Jawa Barat.
Adapun pendidikan yang di tempuh penulis :
Ø MDA Nurul Huda pada tahun 2001-2007.
Ø SD Negeri Puncak Batu tahun 2002-2008.
Ø Mts Negeri Sagaranten 2008-2011.
Ø Dan pendiddikan yang sedang saya tempuh sekarang,
yaitu SMA PLUS YASPIDA Sukabumi angkatan ke VI dengan Jurusan IPA Dan disertai
pendidikan Pondok Pesantren SALAFI TERPADU DARUSSYFA AL-FITRAT Perguruan
YASPIDA Sukabumi, Jawa Barat. Akan lulus pada tahun 2014 ini.
Selama menempuh perjalan pendidikan, penulis aktif
dalam Organisasi sebagai berikut :
Ø Menjadi DANRU PASGARRDA angkatan IV, organisasi
siswa dan kesantrian Perguruan YASPIDA Sukabumi.
Ø Menjadi Bendahara PASGARRDA angkatan V, organisasi
siswa dan kesantrian Perguruan YASPIDA Sukabumi.
Ø Menjadi koordinator Lingkungan Hidup di organisasi
Pengurus Roisyah tahun 2013-2014.
Ø Menjadi koordinator Pendidikan di organisasi
Pengurus Roisyah tahun 2013-2014
[1] “sehat itu
nikmat” gema insani jakarta 1996 hal13
[3]
“Why
Rokok?” Bee Media Indonesia, Jakarta, Februari 2013hal 344.
[4]
Bang imad“Why
Rokok?” Bee Media Indonesia, Jakarta, Februari 2013.
[6] “sehat itu
nikmat” gema insani jakarta 1996 hal 41
[7] “sehat itu
nikmat” gema insani jakarta 1996 hal 42
Tidak ada komentar:
Posting Komentar